WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dua mantan perdana menteri Israel bersatu dalam langkah politik mengejutkan yang berpotensi mengguncang kekuasaan lama, Minggu (26/4/2026).
Naftali Bennett dan Yair Lapid resmi mengumumkan pembentukan koalisi untuk menghadapi pemilihan umum tahun ini.
Baca Juga:
Israel Kembali Hantam Jalur Gaza, Bocah 14 Tahun Tewas Kena Rudal
Langkah ini diarahkan untuk menantang dominasi Benjamin Netanyahu yang masih memimpin pemerintahan.
Koalisi tersebut diwujudkan melalui pembentukan partai baru bernama Beyahad yang akan dipimpin oleh Bennett.
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa malam ini, bersama dengan teman saya Yair Lapid, saya mengambil langkah paling Zionis dan patriotik yang pernah kami ambil untuk negara kami,” kata Bennett.
Baca Juga:
Gencatan Senjata Dilanggar, Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 14 Orang
Kedua tokoh itu menyatakan optimisme tinggi bahwa kolaborasi mereka akan membuka babak baru dalam politik Israel.
Lapid yang saat ini menjabat sebagai pemimpin oposisi menyampaikan dukungannya terhadap Bennett sebagai figur utama dalam koalisi.
Ia menilai Bennett sebagai sosok yang memiliki integritas meskipun berasal dari spektrum politik yang berbeda.