WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyampaikan kecaman keras atas serangan teroris yang terjadi pada Jumat, 20 Februari 2026, di Negara Bagian Zamfara, wilayah barat laut Nigeria.
Aksi bersenjata tersebut menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil serta menyebabkan sejumlah perempuan dan anak-anak diculik oleh para pelaku.
Baca Juga:
Erdogan: Netanyahu Bencana Besar Dunia, Penghalang Perdamaian Timur Tengah
Insiden berdarah itu kembali menambah daftar panjang kekerasan yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Serangan dilaporkan berlangsung brutal dengan menyasar permukiman warga.
Sekretaris Jenderal OKI, Hissein Brahim Taha, menegaskan kembali posisi organisasi yang dipimpinnya dalam menolak segala bentuk terorisme dan ekstremisme kekerasan.
Baca Juga:
Indonesia Pimpin Agenda Besar Dunia Islam di PUIC 2025
Hissein menyatakan solidaritas penuhnya kepada pemerintah dan rakyat Nigeria serta menyampaikan belasungkawa terdalamnya kepada keluarga para korban.
Selain itu, Sekjen OKI juga mendoakan kesembuhan bagi korban yang mengalami luka-luka serta mendesak pembebasan segera dan tanpa syarat terhadap seluruh perempuan dan anak-anak yang diculik dalam serangan tersebut.
Ia kembali menegaskan komitmen OKI untuk mendukung langkah-langkah pemerintah Nigeria dalam menciptakan keamanan, perdamaian, dan stabilitas nasional.
Dukungan dan solidaritas internasional juga datang dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).
Melalui pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri UEA menyampaikan kecaman keras atas tindakan kriminal yang dinilai mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan mengancam stabilitas kawasan.
Kemlu UEA menegaskan pula penolakan tetapnya terhadap segala bentuk kekerasan, ekstremisme, dan terorisme yang bertujuan untuk merusak keamanan dan stabilitas.
Selain itu, menyampaikan belasungkawa dan simpati yang tulus kepada keluarga para korban, pemerintah dan rakyat Nigeria atas serangan keji ini.
Sementara itu, berdasarkan laporan di lapangan, sekitar 50 orang diperkirakan tewas dan sejumlah perempuan serta anak-anak diculik setelah pria-pria bersenjata menyerang sebuah desa di Zamfara.
Informasi tersebut disampaikan anggota parlemen negara bagian, Hamisu A. Faru, kepada Reuters.
"Mereka telah berpindah dari satu desa ke desa lain. Meninggalkan setidaknya 50 orang tewas," kata Faru kepada Reuters melalui telepon.
Faru menjelaskan, para penyerang memasuki Desa Tungan Dutse sekitar pukul 17.00 pada Kamis dan melanjutkan aksinya hingga sekitar pukul 03.30 pada Jumat dini hari.
Dalam kurun waktu tersebut, pelaku membakar bangunan warga dan menembaki penduduk yang berusaha melarikan diri untuk menyelamatkan diri.
Kesaksian pilu juga datang dari warga setempat, Abdullahi Sani (41), yang kehilangan tiga anggota keluarganya dalam tragedi tersebut.
"Tidak ada yang tidur kemarin, kami semua kesakitan," katanya.
Sani mengungkapkan, sehari sebelum serangan terjadi, warga sebenarnya telah melaporkan pergerakan mencurigakan lebih dari 150 sepeda motor yang membawa pria bersenjata kepada aparat keamanan dan otoritas setempat.
Namun, menurutnya, peringatan tersebut tidak mendapat respons yang memadai sehingga serangan tidak dapat dicegah.
Peristiwa ini kembali menyoroti tantangan keamanan yang dihadapi Nigeria, khususnya di wilayah barat laut yang kerap dilanda aksi kelompok bersenjata.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]