WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di Iran belum perlu dilakukan evakuasi.
Hal tersebut disampaikan menyusul hasil pemantauan intensif Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran yang menilai situasi keamanan di negara tersebut mulai berangsur kondusif.
Baca Juga:
Kemlu RI Imbau WNI di NSW Waspada Usai Penembakan Massal di Pantai Bondi
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, pada Rabu, 4 Februari 2026.
Meski kondisi dinilai relatif aman, Kemlu tetap mengimbau seluruh WNI yang berada di Iran untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Hindari kerumunan massa dan terus membawa identitas selama berkegiatan," ujarnya.
Baca Juga:
Tragedi Tai Po Hong Kong: Korban WNI Meninggal Naik Jadi Sembilan Orang
Selain itu, para WNI juga diminta untuk segera menghubungi KBRI Teheran apabila menghadapi kondisi darurat atau situasi yang berpotensi mengancam keselamatan.
Vahd menjelaskan, saat ini jumlah WNI yang tercatat berada di Iran mencapai 329 orang.
Sebagian besar dari mereka merupakan pelajar yang tersebar di sejumlah kota, terutama di Tehran, Qom, dan Bandar Abbas.
Berdasarkan pengamatan langsung KBRI Teheran, situasi di berbagai wilayah Iran terpantau relatif normal dan kondusif, khususnya setelah terjadinya aksi massa pada pekan pertama Januari 2026.
"Kemlu dan KBRI Tehran sudah menyiapkan skema pemulangan jika terjadi sesuatu atau konflik memanas," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat terjadi pemutusan akses internet di lingkungan KBRI Teheran.
Namun, kondisi tersebut kini telah pulih dan seluruh layanan KBRI kembali beroperasi secara normal.
Mengacu pada informasi resmi di laman Kemlu, KBRI Teheran terus menjalin komunikasi aktif dengan para WNI yang berada di berbagai wilayah Iran.
Fokus pemantauan dilakukan di kota-kota yang menjadi simpul utama komunitas WNI, seperti Qom dan Isfahan, yang hingga kini dilaporkan tidak mengalami gangguan keamanan yang signifikan.
Meski belum diperlukan langkah evakuasi, KBRI Teheran tetap melakukan langkah antisipatif terhadap kemungkinan eskalasi situasi keamanan dengan menjalankan rencana kontigensi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kemlu mengimbau WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Iran agar menunda keberangkatan hingga situasi keamanan dinyatakan benar-benar kondusif.
Dalam kondisi darurat, WNI dapat menghubungi Hotline KBRI Teheran di nomor +98 9914668845 atau +98 902 466 8889, serta Direktorat Pelindungan WNI Kemlu melalui nomor +62 812-9007-0027.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]