WAHANANEWS.CO, Jakarta - Peringatan keras dilontarkan Paus Leo XIV kepada para imam agar tidak tergoda menyerahkan penulisan khotbah kepada kecerdasan buatan seperti ChatGPT, karena menurutnya iman tidak bisa digantikan algoritma.
Sabtu (27/2/2026) -- Dalam pertemuan bersama para klerus Keuskupan Roma, Paus yang bernama asli Robert Francis Prevost itu menegaskan bahwa teknologi secanggih apa pun tidak akan mampu menggantikan iman yang dihayati maupun pengalaman pribadi seorang pelayan gereja dalam mewartakan sabda.
Baca Juga:
Paus Leo XIV Kecam Diplomasi Berbasis Kekuatan, Serukan Kembalinya Dialog Perdamaian Global
“Seperti semua otot dalam tubuh, jika kita tidak menggunakannya, jika kita tidak menggerakkannya, otot itu akan mati. Otak perlu digunakan, jadi kecerdasan kita juga harus sedikit dilatih agar tidak kehilangan kapasitas ini.”
Laporan Vatican News menyebut Paus pertama asal Amerika Serikat itu bahkan menyebut penggunaan AI dalam penyusunan homili sebagai sebuah godaan yang bisa melemahkan tanggung jawab intelektual seorang imam.
“Memberikan khotbah yang benar adalah berbagi iman, (AI) tidak akan pernah bisa berbagi iman.”
Baca Juga:
Berakhir Sudah Tahun Jubelium Pengharapan 2025, Paus Leo XIV Menutup Pintu Suci Basilika St. Petrus
Ia mengingatkan bahwa kebiasaan menyerahkan penyusunan khotbah kepada bot berisiko mengikis disiplin berpikir dan perenungan pribadi yang seharusnya menjadi bagian tak terpisahkan dari panggilan imamat.
Menurutnya, khotbah bukan sekadar persoalan struktur, teknik retorika, atau rangkaian kata yang tersusun rapi, melainkan cerminan keyakinan dan pengalaman iman yang sungguh dihidupi.
“Jika kita dapat menawarkan pelayanan yang terintegrasi dengan budaya di tempat tersebut, di paroki tempat kita bekerja, orang-orang ingin melihat iman Anda, pengalaman Anda dalam mengenal dan mengasihi Yesus Kristus.”
Lebih jauh, pernyataan tersebut menjadi bagian dari perhatian luas Paus terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin cepat merambah kehidupan manusia, termasuk di lingkungan gereja.
Sebelumnya, ia juga menyoroti kemunculan chatbot AI dan influencer virtual yang dinilai berpotensi menggantikan relasi manusia yang tulus apabila tidak digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
Pesan itu sekaligus menegaskan bahwa bagi Paus Leo XIV, keaslian dalam pelayanan rohani lahir dari perjumpaan pribadi dengan Tuhan, bukan dari hasil olahan mesin yang hanya menyusun kata tanpa pengalaman iman.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]