WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan politik dan moral dunia kembali memanas saat Donald Trump secara terbuka menyindir Paus Leo XIV terkait perang antara Amerika Serikat dan Iran.
Pernyataan itu disampaikan melalui media sosial Truth Social pada Rabu (15/4/2026), di tengah meningkatnya perbedaan pandangan antara Gedung Putih dan Vatikan soal konflik Iran.
Baca Juga:
Pelita Air Bakal Masuk Garuda Group, MARTABAT Prabowo-Gibran: Konsolidasi Harus Tingkatkan Pelayanan
Dalam unggahannya, Trump mengklaim Iran telah membunuh sedikitnya 42.000 warga sipil dalam dua bulan terakhir sebagai bagian dari penindasan terhadap demonstran.
“Bisakah seseorang memberi tahu Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42.000 demonstran tak bersalah dan tidak bersenjata dalam dua bulan terakhir, dan bahwa Iran memiliki bom nuklir adalah sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima,” tulis Trump.
Klaim tersebut digunakan Trump untuk menegaskan sikap kerasnya bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam kondisi apa pun.
Baca Juga:
KAI Kecam Ucapan Kasar Advokat ke Wartawan, Kak Mia: Officium Nobile Wajib Jaga Etika
“Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini. AMERIKA TELAH KEMBALI!!! President DONALD J TRUMP,” lanjutnya.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Vatikan maupun Iran atas pernyataan kontroversial tersebut.
Disampaikan sebelumnya, Paus Leo XIV mengkritik kebijakan militer Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran serta menyerukan penghentian kekerasan.