WAHANANEWS.CO, Jakarta - Paus Leo XIV secara tegas mengecam kecenderungan negara-negara yang menggunakan kekuatan militer sebagai instrumen utama dalam mencapai tujuan diplomatik.
Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan melemahnya peran organisasi internasional dalam merespons dan meredam konflik global, yang menurutnya merupakan “suatu hal yang sangat mengkhawatirkan.”
Baca Juga:
Tahun Yubelium Resmi Ditutup, Vatikan Tegaskan Pesan Harapan bagi Dunia
Dalam pandangannya, praktik diplomasi yang berbasis dialog dan kerja sama kini semakin tergeser oleh pendekatan kekuasaan, tekanan, serta intimidasi.
Paus asal Amerika Serikat itu menilai dunia tengah menghadapi kemunduran nilai-nilai perdamaian.
“Perang kembali menjadi tren dan semangat untuk berperang semakin menyebar,” kata Paus Leo XIV.
Baca Juga:
Paus Leo XIV Ajak Media Menjadi Penabur Damai dan Penebar Kasih
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato tahunan bertajuk State of World yang ditujukan kepada para diplomat Takhta Suci, Jumat (9/1/2026).
Pidato berlangsung di Hall of Benediction, Apostolic Palace, Vatikan, dan menjadi pidato awal tahun pertama Paus Leo XIV sejak terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik.
Saat ini, Takhta Suci menjalin hubungan diplomatik dengan 185 negara serta berbagai organisasi internasional.