Seorang saksi menyampaikan kekecewaan terhadap maskapai karena dinilai lalai membiarkan pilot dengan kondisi emosi tidak stabil tetap menjalankan tugas penerbangan.
Kekerasan tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan penumpang dan awak pesawat lainnya.
Baca Juga:
Cerita Pilot Polairud Saat Kirim Bantuan ke Sitahuis - Tapteng: Rasanya Pengen Nangis
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Sabtu (3/1/2026), EVA Air mengonfirmasi telah meluncurkan investigasi internal setelah mengetahui insiden tersebut.
Maskapai menyebut masih berupaya mengonfirmasi detail lengkap kejadian yang terjadi di kokpit pesawat itu.
EVA Air juga menyatakan bahwa data dari perekam akses cepat atau Quick Access Recorder (QAR) menunjukkan pesawat mematuhi peraturan saat bergerak di landasan dan tidak melaju dengan kecepatan tinggi.
Baca Juga:
Langit Amerika Lumpuh: Shutdown Bikin Pengendali Udara Menghilang dari Menara
“Setelah investigasi selesai, pilot, yang saat ini sedang menjalani penangguhan penerbangan, akan dirujuk ke dewan peninjauan disiplin maskapai untuk peninjauan lebih lanjut,” kata EVA Air.
Sementara itu, Administrasi Penerbangan Sipil setempat mengumumkan telah membuka penyelidikan terpisah atas insiden tersebut.
Otoritas penerbangan menegaskan akan menjatuhkan sanksi hukum jika ditemukan tindakan awak pesawat yang memengaruhi keselamatan penerbangan.