WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kepolisian Metropolitan Seoul mulai melakukan penyelidikan terhadap Chairman Bang Si-Hyuk atas dugaan penipuan terhadap investor dengan nilai mencapai lebih dari 100 juta dolar AS.
Langkah hukum semakin serius setelah aparat mengajukan permohonan surat perintah penangkapan pada Selasa, 21 April 2026.
Baca Juga:
Ratusan Gerai Domino's Pizza Tutup, Rugi Rp56,8 Miliar
Pengajuan tersebut dilakukan oleh Divisi Investigasi Kejahatan Keuangan yang tengah mendalami dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Pasar Modal, khususnya terkait praktik perdagangan yang tidak adil.
Informasi awal mengenai kasus ini pertama kali diungkap oleh media lokal XportsNews melalui portal Naver dengan mengutip sumber resmi dari kalangan penyidik.
Kasus ini disebut berawal pada periode sebelum HYBE melantai di bursa saham. Pada saat itu, Bang Si-Hyuk diduga memberikan informasi yang menyesatkan kepada para investor terkait rencana penawaran umum perdana (IPO).
Baca Juga:
HYBE Umumkan BTS Comeback Maret 2026, Siap Masuki Babak Baru
Ia disebut menyampaikan bahwa perusahaan tidak memiliki rencana untuk go public, sehingga mendorong investor untuk menjual saham mereka kepada pihak dana ekuitas swasta.
Namun, setelah transaksi tersebut terjadi, perusahaan justru melanjutkan proses IPO. Keputusan ini menyebabkan lonjakan nilai saham secara signifikan setelah tercatat di bursa.
Penyidik menduga adanya kesepakatan tersembunyi antara Bang Si-Hyuk dan pihak dana ekuitas swasta sebelum penjualan saham dilakukan, yang berpotensi merugikan investor awal.
Pihak kepolisian memperkirakan Bang Si-Hyuk memperoleh keuntungan sekitar 200 miliar won atau setara dengan 136 juta dolar AS.
Dana tersebut diduga berasal dari skema pembagian keuntungan atas penjualan saham setelah perusahaan resmi melantai di pasar saham.
Saat ini, proses hukum terkait permohonan penangkapan masih berada dalam tahap peninjauan di pengadilan.
Keputusan akhir akan ditentukan oleh hakim setelah mempertimbangkan bukti dan keterangan yang diajukan.
Sementara itu, penyidik terus mengumpulkan tambahan alat bukti guna memperkuat dugaan pelanggaran yang sedang diselidiki.
Dari pihak terlapor, tim hukum Bang Si-Hyuk menyatakan bahwa kliennya bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung.
Mereka juga menegaskan komitmen untuk mengikuti seluruh prosedur hukum serta memberikan klarifikasi resmi atas tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Kasus ini turut menjadi sorotan luas karena dinilai berpotensi memengaruhi reputasi HYBE di tengah aktivitas para artis yang berada di bawah naungannya.
Sebagai salah satu perusahaan hiburan terbesar di Korea Selatan, HYBE memiliki pengaruh signifikan dalam industri K-pop, sehingga perkembangan kasus ini terus menarik perhatian publik dan pelaku industri.
Sebagai informasi, Bang Si-Hyuk merupakan pendiri HYBE yang sebelumnya dikenal dengan nama Big Hit Entertainment sejak tahun 2005.
Ia dikenal luas sebagai produser musik yang berperan besar dalam kesuksesan grup BTS serta dalam pengembangan berbagai artis ternama lainnya.
Lahir di Seoul pada 9 Agustus 1972, Bang Si-Hyuk menempuh pendidikan di Seoul National University.
Ia tercatat memiliki kekayaan sekitar 1 miliar dolar AS dan pernah meraih penghargaan bergengsi Golden Disc Award sebagai produser terbaik.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]