WAHANANEWS.CO, Jakarta - Prancis mulai menghitung korban sebenarnya dari gelombang panas Eropa, ketika sekitar 1.000 kematian tambahan tercatat hanya dalam beberapa hari dan rumah duka di Paris mulai kewalahan.
Eropa dilanda gelombang panas ekstrem selama beberapa pekan terakhir.
Baca Juga:
Danantara Tutup 290 BUMN, Rosan Targetkan Cuma Tersisa 300 Perusahaan
Gelombang panas yang datang lebih awal pada musim panas 2026 itu berlangsung intens dan berkepanjangan.
Kondisi tersebut membuat warga di berbagai negara mengalami kepanasan, sulit tidur, hingga menghadapi risiko gangguan kesehatan serius.
Di Paris, Prancis, warga sempat merasakan sedikit kelegaan pada akhir pekan lalu setelah badai petir dan angin yang lebih sejuk menurunkan suhu ke tingkat yang lebih nyaman.
Baca Juga:
Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-81, SDN 030325 Simanduma Gelar Berbagai Lomba
Namun, penurunan suhu itu belum menghapus dampak besar yang ditinggalkan gelombang panas terhadap keselamatan warga.
Dampak sebenarnya terhadap korban jiwa justru mulai terlihat setelah otoritas kesehatan merilis data awal.
Badan kesehatan nasional Prancis mencatat sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari perkiraan sejak Rabu (24/6/2026).