Selama Misa, Lee menekankan semangat rekonsiliasi dan kerja sama yang diwujudkan dalam Deklarasi Bersama antar-Korea 15 Juni tetap hidup di semenanjung dan bahwa harapan untuk perdamaian harus terus berlanjut.
Hari Pemuda Dunia adalah pertemuan Katolik internasional utama yang menyatukan kaum muda Katolik dari seluruh dunia. Seoul terpilih sebagai kota tuan rumah untuk acara tahun 2027, menjadikan Korea Selatan negara Asia kedua yang menjadi tuan rumah pertemuan tersebut setelah Filipina pada tahun 1995.
Baca Juga:
Paus Leo XIV: Otak Harus Dilatih, Jangan Serahkan Khotbah ke AI
Undangan Resmi
Menurut Lee, Paus Leo XIV menunjukkan minat yang besar terhadap perdamaian di Semenanjung Korea dan tampaknya memiliki minat khusus pada Gereja Katolik di Korea.
Meski begitu, ia menegaskan kunjungan ke Korea Utara hanya dapat terwujud apabila terdapat kondisi politik dan diplomatik yang memungkinkan, termasuk adanya undangan resmi dari Pyongyang.
Baca Juga:
Paus Leo XIV Keliling Dunia, Ini Jadwal dan Tujuan Negaranya
Selama pertemuan yang diadakan di Sekretariat Negara, keduanya berbicara tentang hubungan baik antara Takhta Suci dan Republik Korea yang terjalin sejak tahun 1963 silam.
Sejak itu, kedua negara telah mempertahankan hubungan yang erat, dengan Paus Santo Yohanes Paulus II mengunjungi negara itu dua kali yakni pada tahun 1984 dan 1989 dan Paus Fransiskus pada tahun 2014 pada kesempatan Hari Kaum Muda Asia (Asia Youth Day/ AYD) ke-6.
"Sekretaris Negara Kardinal dan Presiden Republik Korea juga merefleksikan kontribusi positif yang diberikan oleh Gereja Katolik setempat kepada masyarakat Korea, khususnya di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial", menurut siaran pers Kantor Pers Takhta Suci.