WahanaNews.co | Presiden
Prancis Emmanuel Macron mengkritik para politisi Lebanon, antaran ulah mereka
telah menimbulkan "kegagalan moral", sehingga Lebanon terjerembab ke dalam
krisis sosial dan ekonomi.
Baca Juga:
Lebanon di Ambang Perang, Israel Lancarkan Serangan Udara Terbesar Sejak 2024
Pernyataan pemimpin Prancis itu muncul pada pembukaan
konferensi penggalangan dana internasional, yang berupaya mengamankan USD350
juta untuk membantu Lebanon.
Terlepas dari upaya internasional untuk membantu Lebanon
mengatasi gejolak yang diperburuk oleh ledakan Beirut Agustus 2020, Macron
memperingatkan penggalangan dana apa pun tidak akan disajikan sebagai "cek
kosong untuk sistem politik Lebanon" sampai para pejabat mengatasi kegagalan
mereka sendiri.
Ledakan pada Agustus 2020 menghancurkan sebagian besar kota
pelabuhan utama bekas koloni Prancis itu, menewaskan lebih dari 200 orang dan
melukai lebih dari 7.500 orang.
Baca Juga:
Sejak Awal Agresi Israel ke Jalur Gaza, Hamas Sebut 33 Sandera Tewas
Dampak dari ledakan Beirut mengakibatkan pengunduran diri
pemerintah yang berkuasa, menciptakan kekosongan politik yang belum terisi,
dengan tidak ada pemerintahan permanen baru yang terbentuk dalam 12 bulan
berikutnya.
Presiden Lebanon Michel Aoun yang muncul di acara konferensi
video peringatan itu menegaskan kembali kekhawatiran Macron tentang kegagalan
penjabat pemerintah yang ditunjuk dengan harapan menstabilkan negara.
Selain menyerukan persatuan di dalam negeri, Aoun mendesak
para pejabat bekerja sama sementara Lebanon "saat ini sedang melalui masa-masa
tersulit."