Para relawan WNI diketahui tiba di Istanbul pada Kamis (21/5/2026) waktu setempat menggunakan pesawat yang disewa otoritas Turki setelah sebelumnya dideportasi dari Israel.
Setibanya di Istanbul, para relawan sempat melakukan panggilan video dengan Menteri Luar Negeri RI Sugiono yang memastikan pemerintah akan terus mengawal proses kepulangan mereka ke Tanah Air.
Baca Juga:
Era Baru Industri, Konsumen Kini Cari Brand Halal yang Otentik
"Pemerintah Indonesia akan terus memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan dengan lancar dan dapat tiba kembali dengan selamat & sesegera mungkin," kata Sugiono.
Di sisi lain, cerita pilu juga datang dari relawan asal Belgia bernama Julien Cabral (57) yang ikut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dan mengalami kekerasan saat kapal mereka dicegat pasukan Israel di perairan internasional.
Julien Cabral berlayar bersama enam relawan lainnya yang berasal dari Italia, Malaysia, Finlandia, Kanada, Afrika Selatan, dan Belgia menggunakan kapal kecil menuju wilayah Gaza.
Baca Juga:
Duel Carok: Gendong Cucu Saat Suami Tewas Dicacah, Kesaksian Saniyeh Bikin Merinding
Sekitar 10 anggota pasukan Israel mencegat kapal mereka lebih dari 500 kilometer dari pantai Israel pada Senin (18/5/2026) sebelum akhirnya seluruh relawan ditangkap.
"Mereka pertama-tama mengganggu komunikasi kemudian naik ke kapal di siang bolong dengan senjata dan menembakkan peluru plastik hanya untuk bersenang-senang," kata Cabral.
Menurut Cabral, mereka terkejut karena mengetahui kapal yang mereka tumpangi merupakan kapal ke-12 yang dicegat oleh pasukan Israel dalam operasi tersebut.