WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tangis dan luka fisik membekas di tubuh para relawan Global Sumud Flotilla (GSF) setelah mereka ditangkap pasukan Israel di perairan internasional dan mengalami berbagai tindakan kekerasan selama ditahan.
Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla yang sempat ditangkap Israel kini telah tiba di Istanbul, Turki, dalam kondisi selamat usai dideportasi otoritas Israel.
Baca Juga:
Era Baru Industri, Konsumen Kini Cari Brand Halal yang Otentik
"Alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF (Global Sumud Flotilla), telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat," ujar Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, dalam video yang diunggah Menteri Luar Negeri RI Sugiono, Jumat (22/5/2026).
Meski telah tiba dengan selamat, para relawan disebut mengalami perlakuan keras selama berada dalam tahanan Israel sejak kapal mereka dicegat di laut.
Menurut Darianto, sebagian relawan mengaku mengalami kekerasan fisik mulai dari dipukul, ditendang, hingga disetrum saat ditahan selama tiga hingga empat hari.
Baca Juga:
Duel Carok: Gendong Cucu Saat Suami Tewas Dicacah, Kesaksian Saniyeh Bikin Merinding
"Walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik; ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum," jelas Darianto.
Saat ini KJRI Istanbul tengah mengupayakan proses pemulangan sembilan WNI tersebut ke Indonesia dalam waktu secepatnya.
"Nanti kami akan mengupayakan kepulangan saudara-saudara kita ke Tanah Air dalam kesempatan pertama," sambungnya.