WahanaNews.co | Rusia mendesak militer untuk segera membebaskan Presiden Guinea, Alpha Conde. Pasukan khusus Guinea menangkap Conde hari Minggu kemarin, dan memastikan mereka telah membubarkan pemerintah, dan konstitusinya serta menutup perbatasan darat dan udara.
Moskow memiliki sejarah panjang hubungan dengan Conakry, mulai dari perdagangan dan kerjasama ekonomi selama masa Uni Soviet, dan saat ini difokuskan terutama pada bisnis logam.
Baca Juga:
Perang Makin Panas, Rusia Lancarkan 90 Drone Shahed Iran ke Ukraina
"Kami menentang setiap upaya perubahan kepemimpinan yang tidak konstitusional," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (6/9/2021).
"Kami menuntut pembebasan Tuan Conde dan jaminan kekebalannya. Kami menganggap perlu untuk mengembalikan situasi di Guinea ke norma konstitusional sesegera mungkin," sambungnya.
Sebelumnya diwartakan, Kepala pasukan khusus Guinea, Mamady Doumbouya, mengatakan "kemiskinan dan korupsi endemik" telah mendorong pasukannya untuk mencopot Conde dari jabatannya.
Baca Juga:
NATO Buka Pintu Normalisasi dengan Rusia, Tapi Ada Syarat
Conde, yang keberadaannya tidak jelas, memenangkan pemilihan presiden untuk masa jabatan ketiga pada Oktober setelah mengubah konstitusi untuk memungkinkan dia mencalonkan diri lagi.
Hal itu menyebabkan protes keras dari oposisi, dan dalam beberapa pekan terakhir pemerintah telah meningkatkan pajak secara tajam untuk mengisi kembali kas negara dan menaikkan harga bahan bakar sebesar 20 persen, menyebabkan frustasi yang meluas. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.