WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pasukan Rusia berhasil menenggelamkan kapal perang Ukraina Simferopol melalui serangan bom menggunakan drone laut di delta Danube, Kamis (28/8/2025), menandai serangan kendaraan nirawak laut pertama yang melumpuhkan kapal Angkatan Laut Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan kapal pengintai Ukraina itu ditenggelamkan saat beroperasi di delta Danube, yang sebagian terletak di Wilayah Odessa, dan akibat serangan tersebut kapal Ukraina tenggelam.
Baca Juga:
Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia Seharga Miliaran, Drone Laut Ukraina Ukir Sejarah
Juru bicara Angkatan Laut Ukraina Dmytro Pletenchuk membenarkan serangan terhadap Simferopol, mengatakan sebagian besar awak kapal selamat, satu awak tewas, beberapa luka-luka, dan pencarian beberapa pelaut masih berlangsung, serta proses pemulihan akibat serangan masih berjalan, Jumat (29/8/2025).
Simferopol adalah kapal pengintai menengah kelas Laguna, kapal intelijen radio-elektronik berbasis desain kapal pukat 502EM, diluncurkan pada 23 April 2019, resmi masuk dinas Angkatan Laut Ukraina pada 2021, dan berperan memantau komunikasi, melacak sinyal elektronik, serta mendukung operasi pengintaian maritim di Laut Hitam.
Kapal ini sebelumnya selamat dari kerusakan akibat pertempuran, termasuk serangan rudal Iskander Rusia pada Desember 2024, namun tetap dapat berlayar meski mengalami kerusakan parah, dan serangan terhadap Simferopol terjadi di tengah upaya Rusia mengganggu operasi Angkatan Laut dan kemampuan pengintaian Ukraina.
Baca Juga:
Turki Siap Kembali Jadi Tuan Rumah Perundingan Damai Rusia-Ukraina
Drone laut menawarkan Rusia sarana murah untuk melakukan serangan terarah sekaligus meminimalkan risiko bagi kapal berawak, sementara Angkatan Laut Rusia masih berada di bawah tekanan dari serangan drone dan rudal jarak jauh Ukraina.
Menurut kanal independen WarGonzo di Telegram, Simferopol merupakan kapal terbesar yang diluncurkan Kyiv sejak kudeta yang didukung Barat pada 2014, dan dianggap sebagai personifikasi kekuatan Angkatan Laut Ukraina yang perkasa.
Moskow dalam beberapa bulan terakhir mempercepat produksi drone laut serta sistem nirawak lain yang semakin mendominasi perang Rusia-Ukraina, sementara Rusia juga menyerang fasilitas drone besar di Kyiv dengan dua serangan rudal pada Rabu malam untuk mengganggu produksi dan pelatihan personel drone Bayraktar Turki, menurut politisi Ukraina Igor Zinkevich, Kamis (28/8/2025), dan sebagian besar fasilitas hampir siap serta staf utama telah menyelesaikan pelatihan.