Selain melampaui Malaysia, Jepang, dan India, peringkat daya saing Indonesia juga hanya terpaut tipis dengan Inggris yang berada di urutan 28. Peringkat daya saing Inggris turun setelah Brexit karena terisolasi dari negara Eropa lainnya.
Penurunan daya saing Jepang disebabkan oleh kurangnya agresivitas dalam melakukan transformasi digital, yang terlihat dari penurunan ekspor teknologi.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Sebut Program MBG Jadi Sorotan Dunia, Banyak Negara Ingin Tiru
Padahal, sebelumnya Jepang sempat mendominasi industri teknologi dunia.
Akan tetapi, belakangan ini Jepang tak lagi memiliki perusahaan multinasional yang menawarkan layanan teknologi baru seperti AI, mikrocip, pengelolaan data, komputasi awan (cloud), dan sebagainya.
Kemudian, untuk India, meski berhasil memperbaiki peringkat dalam lima tahun terakhir, namun perbaikan negara ini tak segesit Indonesia.
Baca Juga:
Festival Holi di Bali, Warna-warni Kegembiraan yang Pererat Hubungan Indonesia-India
Menurut Bris, hal ini terjadi karena faktor ekonomi dan efisiensi bisnis, seperti pembenahan struktur pajak, efisiensi perbankan, tata kelola peradilan, ketersediaan lapangan kerja, hingga efisiensi manajemen bisnis di negara itu.
Untuk diketahui, IMD World Competitiveness Center (WCC) menggunakan empat indikator untuk menentukan peringkat WCR 2024, yaitu performa ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, dan infrastruktur.
Dari keempat indikator ini, peringkat daya saing Indonesia didongkrak oleh tinggi pada efisiensi bisnis (14), efisiensi pemerintah (23) dan performa ekonomi (24).