"Negosiasi antara perusahaan pelayaran dan pihak Iran sedang berlangsung, dan otoritas negara terkait terus menjalin kontak dengan awak kapal," ujarnya, dilansir Reuters.
IRGC menuduh MSC Francesca dan kapal lain berbendera Liberia, Epaminondas, beroperasi tanpa izin yang diperlukan serta memanipulasi sistem navigasi mereka.
Baca Juga:
Trump Lepas Kendali di Tengah Misi Penyelamatan Pilot, Dunia Ikut Khawatir
Kapal Epaminondas yang dioperasikan oleh perusahaan Yunani dilaporkan ditembaki sekitar 20 mil laut barat laut Oman. Menurut laporan Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris dan sumber keamanan maritim, kapal tersebut mengalami kerusakan pada bagian anjungan setelah terkena tembakan dan granat berpeluncur roket dari kapal cepat IRGC.
Operatornya, Technomar Shipping Inc, membenarkan serangan tersebut dan menyatakan seluruh awak kapal selamat. Dalam pembaruan selanjutnya, perusahaan itu mengonfirmasi bahwa Epaminondas telah dinaiki oleh pasukan Iran.
Kapal itu membawa 21 awak yang terdiri dari warga Ukraina dan Filipina, menurut penjaga pantai Yunani, yang belum dapat memastikan status penyitaan secara resmi.
Baca Juga:
Kapal Iran Disita AS, China Sebut Tindakan Merusak Stabilitas Global
"Technomar tetap berkomunikasi erat dengan otoritas terkait di kawasan," kata perusahaan tersebut. "Prioritas kami adalah keselamatan dan kesejahteraan awak kapal, sambil bekerja dengan semua pihak terkait untuk memastikan keselamatan mereka dan segera menyelesaikan situasi ini."
Sumber keamanan maritim menyebut kapal yang menyerang Epaminondas diawaki tiga orang. Nakhoda kapal juga melaporkan tidak ada komunikasi radio sebelum serangan, meskipun kapal telah memperoleh izin melintas sebelumnya. Kapal tersebut kini diperkirakan diarahkan menuju Bandar Abbas.
Sementara itu, MSC Francesca dilaporkan terkena tembakan sekitar delapan mil laut di barat Iran, namun tidak mengalami kerusakan dan seluruh awak selamat.