WAHANANEWS.CO - Pernyataan mendadak dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal “kabar baik” dari Iran memicu spekulasi global, namun tanpa penjelasan rinci, situasi di Timur Tengah justru masih diselimuti ketidakpastian, Sabtu (18/4/2026).
Trump mengaku baru saja menerima informasi positif terkait Iran saat berbicara kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One.
Baca Juga:
Hindari Risiko Konflik, Puluhan Kapal di Selat Hormuz Putar Balik
"Kami mendapatkan kabar baik 20 menit yang lalu, tetapi tampaknya semua berjalan sangat baik di Timur Tengah dengan Iran," kata Trump.
Meski demikian, Trump menolak mengungkap detail kabar tersebut dan hanya memberi sinyal bahwa perkembangan itu merupakan sesuatu yang “masuk akal” untuk terjadi.
"Anda akan mendengarnya. Saya hanya berpikir itu adalah sesuatu yang seharusnya terjadi. Itu adalah sesuatu yang masuk akal untuk terjadi. Dan saya pikir itu akan terjadi. Kita akan lihat apa yang terjadi, tetapi saya pikir itu akan terjadi," ujarnya.
Baca Juga:
Harga Elpiji 12 Kg Naik, Bahlil: Itu untuk Orang Mampu, Bukan Masalah
Beberapa jam sebelum pernyataan Trump, Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara sementara setelah dimulainya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon pada Kamis (16/4/2026).
Namun, baik pernyataan dari pihak Amerika Serikat maupun Iran belum memberikan kepastian terkait normalisasi jalur distribusi energi global yang sangat bergantung pada Selat Hormuz.
Situasi semakin kompleks karena gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berakhir dalam waktu dekat, yakni pada Rabu (22/4/2026).