WAHANANEWS.CO, Jakarta – Meski dibayangi pesan yang saling bertolak belakang dari para aktor utama konflik, Selat Hormuz jalur pelayaran energi paling vital di dunia kembali dibuka,
Pemerintah Iran dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (17/4/2026) sama-sama menyatakan bahwa Selat Hormuz kini terbuka bagi kapal komersial.
Baca Juga:
Usai Selat Hormuz Dibuka Respons Pasar Cepat, Harga Minyak Dunia Anjlok 10 Persen
Pernyataan itu muncul di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang mulai berlaku sehari sebelumnya, memicu optimisme hati-hati di pasar dan komunitas internasional.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Jumat menyebut jalur tersebut telah "sepenuhnya terbuka". "Ia 'dinyatakan sepenuhnya terbuka' dan akan tetap terbuka selama sisa periode gencatan senjata 10 hari Israel-Lebanon," tulisnya.
Berikut sejumlah pernyataan negara maupun lembaga dunia terkait kembali dibukanya Selat Hormuz, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera:
Baca Juga:
NATO Ogah Dukung Perang Iran, Trump Ancam Pangkas Dana Triliunan Dolar
Amerika Serikat
"Selat Hormuz sepenuhnya terbuka dan siap untuk aktivitas bisnis serta pelayaran penuh, namun blokade angkatan laut akan tetap berlaku sepenuhnya dan efektif khusus terhadap Iran saja, sampai kesepakatan kami dengan Iran benar-benar tuntas 100%," tulis Donald Trump di Truth Social.
Beberapa menit kemudian, ia mengunggah pernyataan lain yang menyebutkan bahwa blokade Angkatan Laut AS terhadap kapal dan pelabuhan Iran "akan tetap berlaku penuh" sampai Teheran mencapai kesepakatan dengan Washington, termasuk terkait program nuklirnya.