WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Informasi Lebanon Paul Morcos mengatakan kerugian material langsung akibat perang dengan Israel di Lebanon diperkirakan mencapai 3-4 miliar dolar AS. Usai rapat kabinet, Morcos menjelaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan belum mencakup kerugian ekonomi maupun dampak kerusakan tidak langsung.
Menurut kantor berita negara NNA, dilansir Anadolu Agency, Senin (6/7/2026), perkiraan ini muncul ketika tentara Israel terus melakukan pelanggaran terhadap perjanjian kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat (AS), ditandatangani dengan Beirut.
Baca Juga:
Hizbullah Tegaskan Tak Akan Lucuti Senjata Sebelum Israel Tinggalkan Lebanon
Pada hari ini, pasukan Israel meledakkan rumah-rumah dan melakukan ledakan di dua kota di Lebanon selatan, dan meledakkan bahan peledak semalam di kota Houla di distrik Marjayoun.
Morcos mengatakan pertemuan menteri membahas hasil kunjungan lapangan para menteri ke desa-desa dan kota-kota di selatan, termasuk cara-cara untuk mendukung kembalinya penduduk ke daerah mereka dan menyediakan tempat tinggal yang layak.
Para menteri juga membahas dukungan terhadap kebutuhan pemerintah daerah dan sektor ekonomi lokal untuk membantu warga kembali, menjelang dimulainya upaya rekonstruksi.
Baca Juga:
Trump Mulai Jengkel ke Netanyahu, Sebut Israel Bisa Gagalkan Damai AS-Iran
Pada 26 Mei, Lebanon dan Israel menandatangani perjanjian kerangka kerja di bawah mediasi AS, yang mengatur penarikan bertahap Israel dari wilayah Lebanon.
Namun, perjanjian tersebut tidak menetapkan jadwal untuk penarikan penuh dan mengaitkan penarikan lebih lanjut dengan tanggung jawab keamanan yang diambil alih oleh tentara Lebanon dan pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara, termasuk Hizbullah.
Para pejabat Lebanon mengatakan perjanjian tersebut merupakan "langkah pertama" menuju pemulihan kedaulatan negara atas seluruh wilayahnya dan memungkinkan pengungsi untuk kembali ke kota mereka.