Namun, Hizbullah menyebut perjanjian itu "batal demi hukum," dengan mengatakan bahwa mengaitkan penarikan Israel dengan pelucutan senjata mereka melanggar "semua garis merah."
Sejak 2 Maret, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 4.300 orang dan melukai lebih dari 12.000 lainnya, menurut angka resmi.
Baca Juga:
Hizbullah Tegaskan Tak Akan Lucuti Senjata Sebelum Israel Tinggalkan Lebanon
Pasukan Israel juga terus menduduki wilayah-wilayah di Lebanon selatan, beberapa di antaranya telah dikuasai selama beberapa dekade dan lainnya direbut selama perang 2023-2024, sambil maju lebih dari 10 kilometer (6,2 mil) ke wilayah Lebanon selama serangan terbaru.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.