Dia menambahkan bahwa Moskow sama-sama dapat diandalkan seperti negara-negara Barat. "Pada saat ini, saya mempercayai Rusia sama seperti saya mempercayai Barat,” tuturnya.
"Pemimpin Rusia sebenarnya berada di pihak yang ingin mengakhiri perang ini sesegera mungkin."
Baca Juga:
Indonesia dan Turki Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekspor Komoditas Pertanian
Sementara itu, para analis berpendapat bahwa Rusia diperkirakan akan menyelesaikan invasinya ke Ukraina dalam waktu satu setengah minggu.
Namun, hal ini gagal terwujud karena adanya pembangkangan Ukraina yang mengejutkan Kremlin.
Analisis Barat juga menunjukkan bahwa Moskow membuat sejumlah kesalahan krusial pada tahap awal, termasuk cara mereka menggunakan awak tanknya, sehingga menyebabkan kerugian besar pada personel berpengalamannya.
Baca Juga:
Trump Tegaskan Warga Palestina yang Pergi dari Gaza Tak Bisa Kembali
Rusia saat ini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina yang diakui secara internasional. Serangan balasan yang dilakukan Kiev yang dimulai pada awal Juni, telah memukul mundur beberapa posisi Rusia di wilayah selatan dan timur.
Namun, kemajuan yang dicapai lebih lambat dari apa yang diharapkan oleh Ukraina dan para pendukungnya.
Dalam seminggu terakhir, Ukraina mengatakan pihaknya telah mereklamasi dua desa Donetsk dekat kota Bakhmut di bagian timur yang hancur, yang direbut Rusia pada bulan Mei.