WahanaNews.co | Seorang Wanita hamil di Lebanon dianiaya oleh suaminya sendiri.
Ia diduga dipukul dan dibakar.
Baca Juga:
Lebanon di Ambang Perang, Israel Lancarkan Serangan Udara Terbesar Sejak 2024
Penganiayaan dilakukan karena kehamilan yang tak direncanakan dan istri menolak untuk aborsi.
Dilansir dari Arab News, Kamis (18/8/2022) Hana Mohammed Khodor (21 tahun) sempat dilarikan ke rumah sakit Al-Salam di Lebanon utara.
Dia menjalani perawatan luka bakar di sekujur tubuhnya selama 11 hari, namun akhirnya meninggal dunia.
Baca Juga:
Sejak Awal Agresi Israel ke Jalur Gaza, Hamas Sebut 33 Sandera Tewas
Seorang dokter dari rumah sakit mengatakan pada Selasa (16/8/2022) bahwa Khodor dirawat pada 6 Agustus dan telah menerima perawatan untuk luka bakar di seluruh tubuhnya.
Sedangkan janin di dalam rahimnya sudah meninggal dunia dan harus diangkat melalui operasi.
Dokter menggambarkan peluang Khodor untuk bertahan hidup sangat kecil.
Seorang teman keluarga, Abdul Rahman Haddad, mengatakan kepada Arab News bahwa Khodor meninggal pada Rabu (18/8/2022).
Seorang pejabat rumah sakit mengonfirmasi berita itu dan mengatakan tubuhnya telah diambil oleh keluarganya.
Menurut laporan media lokal, suami Khodor, yang diidentifikasi hanya dengan inisial AA, memukuli istrinya karena menolak menggugurkan kandungannya.
Pasangan itu yang berasal dari latar belakang keluarga miskin di kota utara Tripoli tidak mampu membesarkan calon anak itu.
“Ketika dia menolak menggugurkan bayinya, dia membawanya pulang dan membakarnya menggunakan tabung gas,” kata bibi Khodor.
Haddad mengatakan AA telah ditangkap oleh Pasukan Keamanan Dalam Negeri Lebanon karena dia berencana melarikan diri dari negara itu.
Sebelum kematiannya, keluarga Khodor mengajukan beberapa permohonan dukungan keuangan untuk membantu membayar perawatan rumah sakitnya, yang mencakup beberapa operasi dan transfusi darah. [rsy]