WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tangis seorang ayah di Hebron mengguncang perhatian dunia setelah bayi laki-lakinya yang baru berusia tujuh bulan tewas ditembak saat berada dalam mobil keluarga yang disebut telah berhenti mengikuti perintah tentara Israel.
Korban bernama Sam Fahd Abu Haikal mengalami luka kritis setelah tembakan mengenai kendaraan yang ditumpanginya di kawasan Tel Rumeida, Hebron, Tepi Barat, pada Jumat (5/6/2026).
Baca Juga:
Kasus Rumah Mangkrak Masih Terjadi, FKBI Ingatkan Konsumen Jangan Mudah Percaya Janji Developer Syariah
Meski sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif, nyawa bayi tersebut tidak berhasil diselamatkan.
Insiden itu segera memicu kecaman internasional dan kembali menyoroti keselamatan warga sipil Palestina di wilayah pendudukan.
Militer Israel mengakui pasukannya melepaskan tembakan ke arah kendaraan tersebut.
Baca Juga:
Pejabat Kelistrikan Irak Ditangkap, Diduga Gelapkan Kabel Listrik Senilai Rp54 Miliar
Namun militer menyatakan tindakan itu dilakukan karena tentara di lokasi mengira kendaraan bergerak menuju posisi mereka.
Hasil penyelidikan awal militer kemudian menemukan bahwa korban yang terkena tembakan merupakan warga sipil yang tidak terlibat aktivitas apa pun.
Dalam wawancara dengan surat kabar Haaretz, ayah korban, Fahd Abu Haikal, menceritakan bagaimana peristiwa itu terjadi di depan matanya.