Di sana Rusia juga memutus aliran air, makanan dan pemanas yang menyebabkan beberapa orang meninggal karena dehidrasi, kelaparan dan kedinginan.
Pada 14 April, Valentina Galatova terbunuh oleh tembakan mortir saat melakukan misi tempur.
Baca Juga:
Putin Sebut Slovakia Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Damai Rusia-Ukraina
Hal itu diungkaplan media Rusia di kampung halamannya di Voronezh yang melaporkan kematiannya.
Putranya, yang sekarang yatim piatu, dibawa kembali ke Voronezh sehingga dia dapat dibesarkan oleh neneknya, tambah laporan itu.
Rusia masih berjuang untuk menguasai Mariupol lebih dari dua bulan sejak kota itu pertama kali dikepung, pada 2 Maret.
Baca Juga:
Ultimatum Dunia, Putin Tegaskan Rusia Siap Gunakan Nuklir untuk Bela Diri
Sebagian besar kota sekarang berada dalam reruntuhan dan di bawah kendali Rusia.
Tetapi anak buah Putin masih berusaha mengusir para pembela Ukraina yang bertahan di pabrik baja Azovstal, sebuah kompleks industri seluas empat mil persegi di jantung kota.
Ukraina mengatakan pasukan Rusia memulai upaya untuk menyerbu kompleks itu dua hari lalu dan telah terjadi pertempuran berat dan berdarah sejak itu.