WAHANANEWS.CO - Hong Kong memasuki masa berkabung tiga hari setelah 128 orang tewas dalam salah satu kebakaran apartemen paling mematikan di kota itu, dan ribuan warga pada Sabtu (29/11/2025) memadati taman kecil di dekat reruntuhan Wang Fuk Court untuk memberikan penghormatan terakhir dengan meletakkan bunga putih dan kuning serta pesan-pesan kenangan yang digantungkan di sekitar lokasi yang terbakar selama lebih dari 40 jam.
Menjelang malam jumlah pelayat terus bertambah dan area itu semakin padat oleh warga yang berdiri dalam diam dengan pakaian gelap sebagai simbol duka.
Baca Juga:
Iming-iming Puluhan Juta Berujung Maut, Kacab Bank BUMN Tewas Diculik
Seorang perempuan bermarga Wong (69) yang telah tinggal di kawasan itu lebih dari empat dekade, duduk termenung sambil mencatat nama-nama tetangga dan teman yang telah meninggal dan ia berkata kepada AFP bahwa di antara para korban ada seorang nenek dan bayi berusia 18 bulan yang sangat dekat dengannya, seraya mengungkapkan bahwa banyak pemilik rumah lansia memiliki ikatan erat sehingga kepastian kematian mereka sehari sebelumnya membuatnya terpukul.
Seorang pria bermarga Ki (52) turut mengantre menandatangani buku belasungkawa dalam keheningan yang hanya terdengar sesekali oleh isak tangis dan ia mengatakan kepada AFP bahwa ia tidak bisa melakukan apa pun selain berharap para korban beristirahat dengan tenang.
Pada pagi hari, pemimpin kota John Lee bersama para menteri utama berdiri dalam hening selama tiga menit di luar kantor pusat pemerintah di bawah bendera Tiongkok dan Hong Kong yang dikibarkan setengah tiang.
Baca Juga:
Dukun Emosi Uang Tak Sesuai, Pria di Deli Serdang Tewas Dibacok
Selama masa berkabung pemerintah membatalkan atau menunda seluruh acara perayaan serta mengurangi penampilan publik para pejabat yang dianggap tidak penting.
[Redaksi: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.