Ia menyampaikan penyesalannya kepada mereka yang telah meninggal dan sakit, serta kepada keluarga mereka.
Ia juga meminta maaf atas masalah yang ditimbulkan pada seluruh industri makanan kesehatan dan profesi medis, seraya menambahkan bahwa perusahaan berupaya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan meningkatkan manajemen krisis.
Baca Juga:
Harga Beras di Jepang Nyaris Tembus Rp100 Ribu, Stok Langka dan Panic Buying Meluas
Produk-produk dari perusahaan tersebut telah ditarik dari pasar, termasuk tidak hanya suplemen tetapi juga berbagai produk lain yang mengandung benikoji, seperti pasta miso, biskuit, dan saus cuka.
Kementerian Kesehatan Jepang telah mempublikasikan daftar produk yang ditarik dari pasar di situs resminya, termasuk beberapa produk yang menggunakan benikoji sebagai pewarna makanan.
Kementerian Kesehatan Jepang mengingatkan bahwa angka kematian akibat masalah ini bisa terus meningkat.
Baca Juga:
Liburan ke Bali Makin Mudah, Kolaborasi Indonesia-Jepang Genjot Wisatawan
Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa suplemen tersebut dapat dibeli secara bebas di toko obat tanpa resep dokter, sehingga beberapa wisatawan mungkin telah membelinya tanpa menyadari risiko kesehatannya.
Perusahaan farmasi Kobayashi telah menjual produk benikoji selama bertahun-tahun, dengan penjualan mencapai satu juta paket selama tiga tahun terakhir, tetapi masalah muncul pada suplemen yang diproduksi pada tahun 2023.
Kobayashi Pharmaceutical menyatakan bahwa mereka memproduksi 18,5 ton benikoji tahun lalu.