Trump bersikeras sebelumnya bahwa ia tidak akan menggunakan jet Qatar tersebut untuk penerbangan pribadi setelah lengser dari jabatannya. Sebagai gantinya ia akan menyumbangkannya ke perpustakaan kepresidenan di masa mendatang.
Trump mengungkapkan bahwa AS berada dalam "sedikit kemacetan situasi" selagi mereka menunggu pengiriman jet baru langsung dari Boeing.
Baca Juga:
Perang di Timur Tengah Memanas Maskapai Minta Harga Tiket Pesawat Naik, Ini Respons Kemenhub
"Presiden yang normal tidak akan melakukan ini. Presiden yang normal ingin menjauh dari urusan pesawat. Tetapi negara kita harus diwakili dengan layak." kata Trump.
Pihak Angkatan Udara AS menyatakan bahwa pesawat apa pun yang dianggap sebagai Air Force One harus memenuhi persyaratan keamanan yang ketat. Sementara itu, pesawat Qatar tersebut dimodifikasi di bawah pendekatan teknik yang memprioritaskan kapabilitas inti.
Angkatan Udara juga menyatakan bahwa sebagian besar tata letak interior bekas kepala negara sebelumnya tetap dipertahankan. Angkatan Udara sebelumnya menyatakan bahwa modifikasi keamanan pada jet tersebut akan menelan biaya kurang dari $400 juta.
Baca Juga:
INACA: Imbas Perang Umrah Sepi, Sparepart Pesawat Terganggu
Upaya Trump untuk merancang ulang pesawat kepresidenan ini dimulai sejak masa pemerintahan pertamanya, ketika ia menginstruksikan agar armada jet baru diadopsi dengan skema warna yang hampir identik dengan pesawat pribadi miliknya.
Presiden Joe Biden saat itu membatalkan keputusan tersebut pada Maret 2023 setelah tinjauan Angkatan Udara menunjukkan bahwa warna yang lebih gelap dapat meningkatkan biaya dan menunda pengiriman jet baru. Namun, setelah Trump kembali menjabat ke Gedung Putih, ia mengembalikan warna pesawat sesuai keinginannya.
Jet pemerintah lainnya yang mengangkut pejabat tinggi administrasi juga akan menggunakan skema warna serupa, yaitu merah, putih, dan biru tua.