Burch juga membantah adanya keretakan serius antara Amerika Serikat dan Vatikan serta menegaskan kunjungan Rubio yang bertepatan dengan satu tahun masa kepausan Leo XIV bertujuan memperkuat pemahaman kedua pihak atas berbagai perbedaan kebijakan.
Sementara itu, Rubio turut menepis anggapan bahwa kunjungannya ke Vatikan hanya untuk memperbaiki hubungan antara Trump dan Paus Leo XIV.
Baca Juga:
MRT Jakarta Belajar ke Shenzhen, MARTABAT Prabowo-Gibran: Aglomerasi Jabodetabekjur Harus Terhubung Total
"Ini adalah perjalanan yang sudah kami rencanakan sebelumnya, dan jelas kami memiliki beberapa hal yang terjadi dan tidak, lihat, ada banyak hal yang perlu dibicarakan dengan Vatikan," tutur Rubio.
Selain agenda di Vatikan, Rubio juga disebut membawa misi memperbaiki hubungan dengan pemerintah Italia setelah Trump mengecam Perdana Menteri Giorgia Meloni karena membela Paus Leo XIV dan menolak mendukung serangan terhadap Iran.
Sikap Meloni itu bahkan sempat memicu ancaman Trump untuk menarik pasukan AS dari Italia meski sebelumnya pemimpin Italia tersebut dikenal sebagai salah satu sekutu dekat Trump di Eropa.
Baca Juga:
Tambah Daya PLN Tembus 22 Juta VA di Jatim, ALPERKLINAS: Energi Andal Jadi Fondasi Produktivitas Nasional
Wakil Presiden AS JD Vance yang juga seorang mualaf Katolik ikut melontarkan kritik terhadap Paus Leo XIV dan meminta Vatikan fokus pada isu moralitas ketimbang terlibat dalam perdebatan perang.
"Vatikan harus tetap berpegang pada masalah moralitas dan Paus Leo harus berhati-hati ketika berbicara tentang teologi dan perang," pungkas Vance.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.