"Ini bukan operasi ofensif; ini adalah operasi defensif," tambah Rubio lagi.
"Dan artinya sangat sederhana -- tidak ada tembakan kecuali kita ditembak terlebih dahulu."
Baca Juga:
Putin Tetapkan Gencatan Senjata 2 Hari, Ukraina Diingatkan Soal Serangan
Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada 28 Februari. Hal itu menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dan menghancurkan situs militer serta ekonomi utama negeri itu.
Namun serangan tidak memaksa runtuhnya republik Islam Teheran. Iran membalas dendam dengan meresponsnya menggunakan serangan rudal dan drone di seluruh wilayah Timur Tengah yang terdapat kepentingan AS-Israel.
Pada 8 April, Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran. Gencatan senjata ini kemudian telah diperpanjangnya meskipun negosiasi dengan Teheran menemui jalan buntu.
Baca Juga:
Siaga Perang Gaza: Israel Sudah Siap-Siap Babak Baru Pecah
Rubio sendiri sempat mengatakan Amerika telah "mencapai tujuan" perang tersebut.
"Orang-orang ini menghadapi, mereka menghadapi kehancuran nyata dan dahsyat bagi ekonomi mereka," katanya, sambil menambahkan bahwa Trump masih lebih menyukai kesepakatan yang dinegosiasikan dengan Iran.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.