Penduduk Perevalnoye, yang mengunggah di aplikasi pesan Telegram, melaporkan mendengar ledakan dari pangkalan militer dan menyebutkan adanya korban jiwa.
Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.
Baca Juga:
AS-Iran Akhiri Perang, Meski Selat Hormuz Siap Dibuka RI Beli Minyak dari Rusia
"Dua orang tewas di lapangan tembak, satu orang dibawa ke rumah sakit dalam kondisi parah. Ini informasi dari atas, dari lapangan tembak," kata seorang pengguna yang memakai nama Abdul Has, dengan foto profilnya memperlihatkan seorang pria berseragam kamuflase.
Pengguna lain, yang memakai nama Vlad the Local, mengatakan kira-kira terdapat satu orang yang tewas.
"Mengapa gerbang menuju kota militer itu ditutup?" tanya seseorang dengan nama pengguna Julia Julia.
Baca Juga:
AS Bakar Rp1.245 Triliun untuk Senjata Nuklir, Angkanya Kalahkan Gabungan 8 Negara
Warga lain yang memiliki nama pengguna Lis meminta warga lain untuk tidak membuka informasi.
"Penduduk Perevalnoye, saya sangat menyarankan – jangan tulis di sini apa yang terjadi dan bagaimana caranya. Kita akan membantu mereka mengarahkan tembakan di masa depan dengan melakukan ini." tulis Lis.
[Redaktur: Sandy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.