WAHANANEWS.CO, Jakarta - Penangkapan Pangeran Andrew mengguncang fondasi monarki Inggris dan memaksa Raja Charles III mengambil sikap paling tegas sepanjang masa pemerintahannya.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (19/2/2026) ketika Andrew Mountbatten-Windsor ditangkap di Wood Farm, kawasan Sandringham, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-66, dalam operasi yang dilakukan aparat kepolisian Inggris.
Baca Juga:
Angkat Badik Saat Demo, Pentolan Ormas Jalani Pemeriksaan di Polrestabes Makassar
Petugas dari Thames Valley Police tiba sekitar pukul 08.00 waktu setempat untuk melakukan penggeledahan di properti Norfolk tersebut, sekaligus memeriksa Royal Lodge di Windsor yang selama lebih dari dua dekade menjadi kediamannya sebelum ia pindah bulan ini.
Saat ini Andrew dilaporkan masih berada dalam tahanan di lokasi yang dirahasiakan oleh pihak berwenang.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis Istana Buckingham pada Jumat (20/2/2026), Raja Charles menyampaikan respons terbuka atas situasi yang menyeret adiknya tersebut.
Baca Juga:
Curhat Panas Ci Mehong Soal Suami Minta Uang Terus, Ujungnya Pilih Cerai
“Saya telah mengetahui dengan keprihatinan mendalam berita tentang Andrew Mountbatten-Windsor dan dugaan pelanggaran dalam jabatan publik,” kata Charles III.
Pernyataan itu menegaskan bahwa kepala negara Inggris tersebut tidak akan mencampuri proses hukum yang sedang berjalan terhadap anggota keluarga kerajaan.
“Izinkan saya menyatakan dengan jelas: hukum harus ditegakkan,” tegasnya.
Raja Charles juga menyampaikan bahwa selama proses hukum berlangsung, tidak tepat baginya untuk memberikan komentar tambahan dan memastikan keluarga kerajaan tetap fokus menjalankan tugas pelayanan publik.
Langkah ini dipandang sebagai pesan kuat bahwa institusi monarki tidak akan memberikan perlakuan istimewa kepada siapa pun yang tengah menghadapi penyelidikan pidana.
Dukungan terhadap sikap tersebut datang dari lingkaran inti kerajaan, termasuk dari William, Prince of Wales dan Catherine, Princess of Wales yang disebut sejalan dengan garis tegas Raja dalam merespons penahanan sang paman.
Dalam keterangan terpisah, juru bicara Thames Valley Police mengonfirmasi penangkapan seorang pria berusia enam puluhan dari Norfolk atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik.
Penggeledahan disebut dilakukan di sejumlah alamat di Norfolk dan Berkshire, namun lokasi penahanan Andrew tidak diungkapkan demi alasan keamanan dan integritas penyelidikan.
“Penting bagi kami untuk melindungi integritas dan objektivitas penyelidikan kami saat bekerja sama dengan mitra kami untuk menyelidiki dugaan pelanggaran ini,” ujar Asisten Kepala Kepolisian Oliver Wright.
Ia menambahkan bahwa besarnya perhatian publik terhadap kasus tersebut dipahami sepenuhnya dan informasi terbaru akan disampaikan pada waktu yang tepat sesuai perkembangan penyidikan.
Kasus ini disebut-sebut berkaitan dengan gelombang baru sorotan terhadap dokumen Epstein Files yang kembali memicu tekanan terhadap Andrew dalam beberapa waktu terakhir.
Penangkapan ini pun menjadi ujian berat bagi kepemimpinan Raja Charles III dalam menjaga kredibilitas dan stabilitas monarki di tengah sorotan global.
Sementara publik Inggris dan dunia internasional menanti perkembangan berikutnya, Istana menegaskan fokus utama tetap pada penegakan hukum serta kelangsungan tugas-tugas kenegaraan tanpa gangguan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]