WahanaNews.co | Perdana Menteri (PM) Prancis, Menteri (PM) Prancis Elisabeth Borne mengatakan batas usia pensiun naik dari 62 tahun menjadi 64 tahun sudah tak bisa dinegosiasikan kembali.
"Ini sekarang tidak bisa dinegosiasikan," kata Elisabeth Borne kepada FranceInfo, dikutip dari AFP, Minggu (29/1) waktu setempat.
Baca Juga:
Jet Tempur Mirage 2000 Unjuk Gigi, Hancurkan Kh-101 Rusia di Langit Ukraina
Rencana pemerintah menaikkan usia pensiun itu membuat serikat pekerja di Prancis turun ke jalan untuk aksi protes. Mereka bahkan berencana untuk melakukan aksi protes satu hari lagi.
Karena itu, Borne disebut menunda rencana untuk menaikkan rencana usia pensiun tersebut karena adanya aksi protes tambahan dari masyarakat.
Sebelumnya, setidaknya 1,2 juta warga Prancis turun ke jalan memprotes rencana pemerintah menaikkan usia pensiun dari 62 tahun menjadi 64 tahun.
Baca Juga:
Dorong Transformasi Ekonomi, Indonesia Percepat Langkah Bergabung dengan OECD
Selain itu, pemerintah akan menaikkan syarat jumlah tahun minimal warga bekerja untuk mendapatkan pensiun penuh.
Menanggapi rencana itu, warga Prancis ramai-ramai turun ke jalan, dengan beberapa kelompok di antaranya meluapkan emosi. Mereka enggan bekerja lebih panjang sebelum bisa mengantongi dana pensiun.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, lebih dari 1,2 juta orang menggelar aksi di seluruh negeri,dengan 80 ribu berdemo di Paris.