Dia membenarkan insiden tersebut dalam sebuah cuitan pada Sabtu (27/8/2022).
"Apa yang terjadi kemarin, salah. Tak seorang pun, di mana pun, harus mengalami ancaman dan intimidasi," katanya di Twitter.
Baca Juga:
PM Kanada Puji Keberhasilan Jokowi Menaikkan Kualitas Kepemimpinan G20
Para politikus Kanada dari berbagai faksi juga mengecam serangan verbal itu.
Insiden tersebut menjadi serangan verbal terbaru yang dialami perempuan, termasuk aktivis dan jurnalis, di ruang publik Kanada.
Sekelompok wartawan selama beberapa pekan terakhir telah membagikan surel pribadi dan surel kaleng yang mereka terima, yang berisi ancaman kekerasan dan serangan seksual dalam bahasa yang rasis dan penuh kebencian pada wanita. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.