Di sisi lain, Kepala partai republik sayap kanan di majelis tinggi senat, Bruno Retailleau menuding Macron terlalu jauh memperingati warganya berkaitan dengan Covid-19.
Menurut lawan politik Macron itu, Presiden terkesan sangat membenci warganya.
Baca Juga:
Macron soal Ditoyor Istri: Hanya Bercanda
"Tidak ada keadaan darurat kesehatan yang membenarkan kata-kata seperti itu," kata Bruno Retailleau.
"Emmanuel Macron mengatakan dia telah belajar untuk mencintai Prancis, tetapi tampaknya dia sangat suka membenci mereka. Kami dapat mendorong vaksinasi tanpa menghina siapa pun atau mendorong mereka ke radikalisasi," imbuhnya. [bay]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.