WahanaNews.co, Jakarta - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan selalu membawa toilet pribadi saat bepergian, terutama ke luar negeri, untuk mencegah aksi intelijen.
Hal ini dilakukan agar kotorannya tidak dicuri dan dianalisis oleh intelijen asing dari negara-negara musuh.
Baca Juga:
Gagal Mitigasi Banjir, Kim Jong Un Tembak 30 Pejabat Korut
The Telegraph melaporkan bahwa langkah ini adalah salah satu cara untuk menghindari intelijen asing mencari petunjuk mengenai kesehatan Kim. Selain itu, tindakan ini juga bertujuan untuk mencegah informasi tentang kesehatannya bocor ke publik.
Kim terlihat membawa toilet pribadi saat menghadiri pertemuan puncak dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada tahun 2018. Business Insider melaporkan bahwa Kim selalu membawa beberapa toilet, bahkan ada satu di kendaraannya, Mercedes.
"Toilet tidak hanya ada di kereta pribadi Kim Jong Un, tetapi juga di mobil kecil atau menengah apa pun yang dia tumpangi, dan bahkan di kendaraan khusus yang dirancang untuk medan pegunungan atau salju," demikian laporan Business Insider mengutip Daily North Korea.
Baca Juga:
Pukulan Telak bagi Rezim Kim Jong Un: Diplomat Terpercaya Korut Membelot
Kesehatan Kim kembali menjadi perhatian setelah laporan bahwa putra Kim Jong Il ini mengalami krisis paruh baya dan menjalani gaya hidup tidak sehat.
Beberapa laporan media menyebutkan bahwa dalam krisis paruh baya tersebut, Kim sering menangis dan minum alkohol sendirian.
Kim juga sangat mencemaskan kesehatannya sendiri.
Menurut Choi Jinwook, seorang pengamat studi Korea Utara yang berbasis di Seoul, "Pemimpin [Korut] kini menghadapi kecemasan baru terkait kesehatan dan keselamatannya menjelang usia 40 tahun," seperti dikutip oleh The Telegraph.
Pengamat Korea Utara dan peneliti doktoral dari Universitas Kookmin, Peter Ward, mengungkapkan pandangan serupa.
"Dia mungkin merasa lebih rentan sekarang dibandingkan tiga tahun lalu, dan dia juga sempat menderita Covid-19 awal tahun ini," kata Ward.
Ward menjelaskan bahwa sejak tahun 2011, Kim Jong Un telah mengamankan kekuasaan dengan cara yang dianggap brutal. Namun, Ward juga menilai Kim tampaknya kesulitan menghadapi krisis finansial global dan sanksi internasional.
Kim semakin terlihat tertekan karena dia berusaha keras untuk mencegah informasi tentang dirinya tersebar. Di tengah spekulasi mengenai kesehatannya, dokter pribadi dan istrinya telah menyarankan Kim untuk berhenti mengonsumsi minuman yang merusak kesehatan dan berolahraga lebih sering. Namun, Kim tampaknya mengabaikan saran-saran tersebut.
Isu kesehatan Kim sebenarnya sudah lama menjadi perhatian. Pada Desember 2021, foto-foto yang beredar menunjukkan bahwa Kim tampak kurus saat menghadiri rapat Pleno Komite Sentral Partai Buruh.
Pada 2020, Kim bahkan menghilang dari publik selama beberapa minggu, yang memicu spekulasi bahwa dia mungkin telah meninggal akibat kesalahan dalam operasi.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]