WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin bersiap melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada Selasa waktu setempat demi memperkuat aliansi strategis kedua negara.
Kunjungan dua hari di Beijing ini dilakukan tepat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyelesaikan kunjungan dinasnya di negara tirai bambu tersebut.
Baca Juga:
Perang Rusia dan Ukraina Kembali Memanas, Putin Tembakkan 200 Lebih Drone
Mengutip laporan dari CNBC International, melansir CNBC Indonesia, Rusia kini berada dalam posisi yang sangat membutuhkan dukungan konkret dari Beijing di tengah isolasi ekonomi dari negara-negara Barat.
Melalui pertemuan tingkat tinggi ini, Putin berharap mampu membawa pulang komitmen nyata dari Presiden China Xi Jinping.
Para analis ekonomi dan politik internasional menjabarkan terdapat tiga poin utama yang menjadi target buruan Rusia dalam lawatan diplomatik kali ini. Apa saja?
Baca Juga:
Putin Kalah Telak di Mali Utara, Tentara Bayaran Rusia Dipukul Mundur
Hubungan Geopolitik
Kedatangan Putin yang hanya berselang beberapa hari setelah Trump menyelesaikan kunjungannya dinilai sarat akan pesan politis. Langkah ini dianggap sengaja diambil oleh Moskow untuk membuktikan kepada Washington bahwa pengaruh Rusia di Beijing tetap jauh lebih unggul dan tidak tergoyahkan.
"Putin kemungkinan mengirimkan sebuah pengingat kepada warga Amerika bahwa, ya, Anda dapat datang dan mengunjungi China sesuka Anda, tetapi Rusia lebih dekat, dan lebih ramah daripada Anda," kata Ed Price, peneliti senior non-residen di New York University.