WahanaNews.co | China sedang getol membuat sejumlah aturan baru.
Namun, beberapa poin dari aturan baru tersebut dianggap aneh oleh banyak pihak, karena membatasi kehidupan pribadi seseorang.
Baca Juga:
Dari Beijing, Presiden Prabowo Subianto Tiba di Washington DC
Aturan-aturan di Negeri Xi Jinping itu tidak hanya mengatur perlintasan di Laut China Selatan (LCS), tetapi juga mengatur kekayaan warga, melarang les privat dan bermain game, serta kemunculan selebriti di televisi dan media online.
Berikut ini deretan aturan baru tersebut, sebagaimana dirangkum media.
Aturan terkait negara:
Baca Juga:
Prabowo Hadiri Pertemuan Bisnis dengan Sejumlah Pengusaha RRT
1. Mewajibkan Identifikasi Maritim di Laut China Selatan (LCS)
Sejak 1 September, China mulai memberlakukan aturan barunya di LCS.
Beijing meminta setiap kapal-kapal khusus untuk melaporkan posisinya pada saat memasuki perairan klaim teritorialnya.
Mengutip The Hindu, Administrasi Keselamatan Maritim China menyebut bahwa aturan ini berlaku untuk kapal selam, kapal nuklir, kapal yang membawa bahan radioaktif.
Termasuk kapal-kapal tanker, bahan kimia, gas cair, dan zat berbahaya.
"Peluncuran peraturan maritim semacam itu adalah tanda peningkatan upaya untuk menjaga keamanan nasional China di laut dengan menerapkan aturan ketat untuk meningkatkan kemampuan identifikasi maritim," ujar badan maritim Beijing itu, dikutip dari The Global Times.
China juga disebutkan tidak akan segan dalam melarang kapal-kapal yang melanggar aturan.
Bahkan mengusirnya dari wilayah perairan LCS.
LCS sendiri merupakan jalur penting untuk sebagian besar pengiriman komersial dunia dengan beberapa negara seperti Brunei, Kamboja, China, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.
Perairan itu diyakini sebagai lautan yang kaya hasil alam, terutama migas dan ikan.
2. Membuat UU Keamanan Data
China juga membuat aturan baru untuk perusahaan yang ada di negeri itu, baik domestik maupun asing. Ini terkait undang-undang Keamanan Data (DSL) yang berlaku Rabu (8/9/2021).
Perusahaan akan menerima hukuman yang berat seperti denda atau pertanggungjawaban pidana, jika salah menangani data penting dan bersifat nasional.
Ini terkait aturan keamanan nasional China:
A. Melarang Les Privat
Pemerintah China melarang les privat bagi siswanya di tempat-tempat tidak terdaftar, seperti rumah, hotel atau warung kopi juga dilarang, Rabu (8/9/2021).
Mengutip Reuters, ini dilakukan untuk membasmi bimbingan belajar yang mencari keuntungan.
"Di beberapa tempat les mata pelajaran dipindahkan ke 'bawah tanah' untuk menghindari aturan," kata Kementerian Pendidikan.
China menyebut ini juga dilakukan guna mengurangi tekanan pada anak-anak dan orangtua.
Sistem pendidikan yang kompetitif di negeri itu memang membuat bimbingan belajar populer dan membebani keuangan orang tua.
Ini diyakini berdampak pada melemahnya angka kelahiran.
Beberapa tutor disebut meminta US$ 4.650 atau setara Rp 66 juta (asumsi Rp 14.200/US$) per bulan.
B. Melarang Kelas Online
Bukan hanya melarang les privat, China juga kemarin mengeluarkan aturan baru melarang guru privat memberikan kelas secara online kepada murid.
Les online di luar sekolah melalui pesan instan, konferensi video dan platform streaming dilarang.
C. Mengatur Jam Main Game Online
Baru-baru ini, China juga menerapkan aturan ketat baru terkait bermain game.
Anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun hanya boleh bermain video game online tiga jam per minggu.
Aturan ini dimuat dalam ketentuan Administrasi Pers dan Publikasi Nasional China (NPAA) terbaru.
Kelompok umur ini hanya boleh bermain game satu jam sehari pada pukul 8-9 malam selama akhir pekan dan hari libur nasional.
Pemerintah menyebut ini untuk menjaga kesehatan fisik dan mental anak.
Perusahaan yang membuat game juga akan dikenai sejumlah ketentuan.
Perusahaan tidak akan diizinkan memberikan layanan pada pengguna yang login tidak menggunakan nama asli.
Ini mencegah para perusahaan mengabaikan latar belakang para pengguna.
Sebenarnya, aturan serupa juga sudah ada sejak 2019.
Namun, kala itu, mereka yang di bawah usia 18 tahun boleh bermain game satu jam perhari hampir setiap hari.
D. Membekukan Akun Penggemar K-Pop
China dikabarkan membekukan 21 akun fans idola K-Pop, Selasa (7/8/2021).
Melalui media sosial Weibo atau Twitter versi China, Negeri Tirai Bambu memblokir sementara 21 akun penggemar idola dari Korea Selatan (Korsel) itu.
Mengutip Yonhap News, akun penggemar BTS dan Blackpink termasuk di dalamnya.
Ada juga akun grup lain seperti NCT, Red Velvet, SNSD hingga penyanyi solo IU.
"Perilaku fans yang mengejar bintang idolanya semakin tidak rasional," tulis platform, sebagaimana dikutip Yonhap.
Ini terkait aturan yang pekan lalu diumumkan pemerintah China untuk mengendalikan “pemujaan selebriti dan budaya klub penggemar”.
Aturan itu dikeluarkan Cyberspace Administration of China (CAC).
Secara general, aturan ini juga mengatakan akan menghukum penyebaran “informasi berbahaya” di grup penggemar selebriti di negeri itu.
Bahkan menutup saluran jika menyebarkan rumor skandal selebriti dan memprovokasi masalah tertentu.
Pemerintah juga akan mengatur promosi selebriti online.
Termasuk melarang daftar yang mengurutkan selebriti berdasar popularitas.
Aturan juga akan menindak eksploitasi finansial dari netizen melalui penjualan merchandise.
Termasuk menagih penggemar lain untuk memilih tindakan favorit mereka di variety show online.
"Ini juga bertujuan untuk membatasi akses ke grup penggemar online untuk anak di bawah umur," tegas CAC, sebagaimana dimuat Reuters.
E. Larang Pria Kurang Maskulin hingga Bukan Warga Negara
Selain memboikot akun penggemar K-Pop, otoritas penyiaran China akan melarang acara hiburan yang menampilkan pria yang bertindak feminin, gemulai dan dianggap menyimpang.
Ini termasuk selebriti dengan "pandangan politik yang salah" dan "influencer vulgar".
China menggambarkan konten seperti itu tidak sehat.
National Radio and Television Administration (NRTA) menyatakan, perilaku politik dan moral harus dimasukkan sebagai kriteria dalam pemilihan aktor.
Regulator China berjanji untuk mempromosikan apa yang didefinisikan sebagai gambaran pria yang lebih maskulin dan mengkritik selebriti pria yang menggunakan banyak riasan.
Budaya patriotik diharapkan lebih banyak dimunculkan media negeri itu.
Ini sejalan dengan komentar Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan Asosiasi Seni Pertunjukan China yang menegaskan para aktor atau aktris di live streaming harus menjalani pelatihan berkala dalam etika profesional.
Agensi pun harus mengakhiri kontrak dengan para aktor yang dianggap China kurang disiplin secara moral.
Selain itu, beberapa waktu lalu juga disebutkan bahwa China akan mengatur kewarganegaraan selebriti di dunia showbiz-nya.
Mereka yang bukan warga negara China akan dilarang tampil.
Seorang sutradara setempat dalam pemberitaan viral juga menyebutkan nama Jet Li sebagai salah satu aktor yang akan di-blacklist.
Ia merupakan warga negara Singapura.
Namun, belum ada detail informasi soal ini.
China juga belum memberikan keterangan lanjut.
F. Membatasi Kekayaan Warga
Terakhir, China juga akan mengatur kekayaan warganya.
Ini terjadi akibat adanya kesenjangan kekayaan yang cukup besar.
Xi akan memastikan "kemakmuran bersama" di dalam negeri.
Mengutip Xinhua, tak ada kekayaan berlebih.
Pengumuman itu dibuat pada pertemuan ke-10 Komite Sentral untuk Urusan Keuangan dan Ekonomi.
Pejabat pada pertemuan tersebut berjanji untuk memperluas kelas menengah China dan meningkatkan pendapatan kelompok berpenghasilan rendah.
Dalam upaya untuk mendistribusikan kekayaan secara lebih merata, China juga akan mengatur "penghasilan yang terlalu tinggi".
Sayangnya, para pejabat pada pertemuan tersebut tidak merinci apa yang dimaksud dengan pendapatan yang "berlebihan". [dhn]