Hal ini dikarenakan kafein mengganggu produksi kortisol, hormon yang memberi sinyal pada tubuh Anda untuk bangun dan responsif. Menurut penelitian ini, kadar kortisol biasanya mencapai puncaknya sekitar pukul 08:30.
"Orang-orang menikmati secangkir kopi di pagi hari dengan cara yang hampir membuat ketagihan," kata Pink. "Tapi kita jauh lebih baik membiarkan kortisol kita memuncak, secara alami, lalu ketika mulai menurun, masuk dan pukul dengan dorongan kafein dalam kopi."
Baca Juga:
Catat Transaksi WIITEX 2026 Hingg Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao
2. Pilih bahan yang tepat
Biji kopi memiliki kadar kafein yang berbeda-beda tergantung cara sangrainya. Jika Anda merasa lesu dan mencari dorongan energi yang lebih kuat, raihlah kopi berlabel "light roast", saran Mike Balderrama, seorang ahli kopi dari Counter Culture Coffee.
"Semakin gelap Anda memanggang kopi, semakin banyak kafein yang terbakar," jelasnya.
Baca Juga:
Catat Transaksi WIITEX 2026 Hingg Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao
3. Trik 'nappucino'
Nappucino adalah cara meminum kopi sebelum melakukan tidur siang singkat. Menurut studi di Inggris dan Jepang, cara ini dapat menambah fokus bila dibandingkan dengan meninum kopi saja atau tidur siang saja.
Hal ini bukan tanpa alasan. Tidur menurunkan jumlah adenosin, bahan kimia yang membuat Anda merasa lelah, di otak dan tubuh Anda. Semetara itu, kafein, yang membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memulai, membantu memblokir adenosin.