WAHANANEWS.CO - Air beras sejak lama dikenal luas sebagai bahan alami yang kaya manfaat, tidak hanya untuk perawatan kulit wajah tetapi juga untuk rambut, kesehatan tubuh, hingga kebutuhan sehari-hari di rumah.
Penggunaan air beras bahkan diyakini telah dilakukan lebih dari 1.000 tahun lalu di Jepang, karena mudah didapat, murah, dan mengandung berbagai zat yang bermanfaat.
Baca Juga:
Telur Sering Disalahkan, Benarkah Bikin Bisul Makin Parah
Air beras merupakan cairan putih hasil perendaman atau proses memasak beras, dengan kandungan pati yang mencapai sekitar 60 hingga 90 persen.
Beragam manfaat tersebut membuat air beras kerap dimanfaatkan sebagai solusi alami untuk perawatan tubuh dan lingkungan sekitar.
Cara menyiapkan air beras dapat dilakukan dengan beberapa metode sederhana, dengan catatan beras harus dibilas secara menyeluruh sebelum digunakan.
Baca Juga:
Hati-Hati, 7 Makanan Ini Bisa Bikin Wajah Tampak Lebih Tua
Metode pertama adalah merebus beras dengan air sekitar empat kali lebih banyak, kemudian setelah mendidih air disaring dan disimpan dalam wadah kedap udara di lemari es hingga satu minggu sebelum digunakan dengan cara diencerkan.
Cara kedua adalah merendam beras yang telah dicuci bersih menggunakan air empat kali lebih banyak selama 30 menit, lalu ditekan, disaring, disimpan di lemari es, dan diencerkan sebelum dipakai.
Metode ketiga adalah membuat air beras fermentasi dengan cara merendam beras, lalu menyimpan airnya dalam wadah tertutup pada suhu ruang selama satu hingga dua hari hingga berbau asam sebelum dimasukkan ke lemari es dan diencerkan.
Manfaat air beras untuk kulit salah satunya adalah membantu mengatasi kulit kering dan iritasi yang disebabkan oleh sodium laurel sulfate (SLS) yang kerap ditemukan pada produk perawatan kulit.
Penggunaan air beras secara rutin dapat membantu menenangkan kulit kering, termasuk saat digunakan sebagai campuran rendaman mandi atau lulur tubuh alami.
Air beras juga dipercaya mampu membantu mengatasi eksim, jerawat, ruam, dan peradangan kulit, meskipun klaim ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Pengaplikasian air beras sebagai toner atau masker wajah dinilai dapat membantu menenangkan kulit dan membersihkan noda.
Kandungan zat kimia dalam beras juga diketahui memiliki potensi melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet, terutama jika dikombinasikan dengan ekstrak tumbuhan lain.
Beberapa orang juga memanfaatkan air beras untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti sakit perut atau diare, meski konsumsi berlebihan tidak dianjurkan karena kandungan arsenik di dalamnya.
Untuk perawatan rambut, air beras mengandung antioksidan inositol yang dipercaya dapat membantu peremajaan rambut agar tumbuh lebih cepat, sehat, dan berkilau.
Kandungan vitamin B, E, magnesium, mangan, seng, serta serat dalam air beras juga berperan penting dalam menjaga siklus pertumbuhan rambut.
Air beras fermentasi kerap digunakan untuk membantu mengatasi rambut rusak akibat pewarnaan, dengan cara dioleskan dari akar hingga ujung rambut sebelum dibilas.
Selain untuk tubuh, air rebusan beras juga dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman karena mengandung nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium.
Pemanfaatan air beras dengan takaran yang tepat dinilai dapat membantu tanaman tumbuh lebih subur dan sehat.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]