WAHANANEWS.CO - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Nipah, penyakit zoonotik berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia hingga antarmanusia dan dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan bahwa penularan virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, khususnya kelelawar pemakan buah.
Selain itu, penularan juga berpotensi terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi, serta melalui kontak erat dengan penderita.
Baca Juga:
Kemenkes Perketat Kewaspadaan Nasional Antisipasi Ancaman Virus Nipah
"Penularan bisa terjadi dari hewan ke manusia dan juga antar manusia, terutama jika ada kontak erat," ujar Ani saat dihubungi pada Senin (2/2/2026).
Ani menjelaskan bahwa gejala awal infeksi virus Nipah umumnya berupa demam, sakit kepala, dan nyeri otot.
Namun dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga peradangan otak atau ensefalitis yang berpotensi menyebabkan kematian.
Baca Juga:
Dokter Anak Ingatkan Bahaya Gula Berlebih, Anak Usia 3–5 Tahun Maksimal 3–4 Sendok Teh per Hari
Untuk mencegah penularan, Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan pangan, termasuk dengan mencuci buah sebelum dikonsumsi.
Masyarakat juga diminta menghindari kontak dengan hewan yang sakit serta tidak mengonsumsi buah yang terbuka, rusak, atau diduga telah terpapar gigitan kelelawar.
"Masyarakat juga diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah melakukan kontak berisiko," kata Ani.