WAHANANEWS.CO, Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) membuka posko kesehatan di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.
Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi lonjakan jumlah wisatawan serta memberikan pertolongan pertama bagi para pengunjung pada periode libur Lebaran.
Baca Juga:
Pelatihan PMR SMA/SMK Se Kota Binjai di Perguruan Taman Siswa Cabang Binjai
Salah satu petugas PMI, Imam Kusnanto, menyampaikan bahwa posko ini akan beroperasi selama tujuh hari setelah Idulfitri 1446 Hijriah/2025.
"Mulai dari tanggal 1 sampai 7 April, dari hari Lebaran kedua," ujar Imam dikutip dari Tempo, Jumat (4/4/2025).
Ia menjelaskan bahwa setiap tahun PMI selalu membuka posko serupa di Ragunan saat libur Lebaran.
Baca Juga:
Kasdam XII/Tpr Hadiri Pelantikan Pengurus PMI Kalbar
"Setiap tahun kita bertugas di sini, selama tujuh hari berturut-turut," tambahnya.
Pada Lebaran tahun ini, Imam mengungkapkan bahwa belum ditemukan kasus pengunjung dengan kondisi kesehatan serius.
Mayoritas pasien yang mendatangi posko hanya mengalami keluhan ringan seperti demam, sakit perut, atau kelelahan.
Jika ada pengunjung yang mengalami kondisi serius, PMI siap merujuknya ke rumah sakit.
Mereka juga menyediakan ambulans untuk transportasi darurat.
"Kemarin ada pasien rujukan dengan dugaan diare berat. Awalnya hendak dibawa ke rumah sakit, tetapi akhirnya menolak. Ambulans sempat digunakan, tetapi hanya sampai area parkir," jelas Imam.
Sebanyak delapan personel PMI berjaga di posko ini dari jam operasional hingga penutupan kebun binatang.
Lokasi posko berada di gedung kantor pengelola Ragunan, tidak jauh dari kandang merak hijau.
Pada puncak libur Lebaran yang diprediksi jatuh pada Rabu, 2 April 2025, lebih dari 53 ribu pengunjung memadati Taman Margasatwa Ragunan.
Kepala Humas Ragunan, Bambang Wahyudi, menyebutkan nahwa angka tersebut berdasarkan data pengunjung dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
"Data sementara sampai jam 12.00 siang ini, ada lebih dari 50 ribu pengunjung," ujarnya.
Menurut data terbaru yang ia tunjukkan, total pengunjung mencapai 53.847 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 48.112 wisatawan membeli tiket secara langsung di lokasi, sementara 5.725 lainnya melakukan pembelian tiket secara daring.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]