WAHANANEWS.CO, Jakarta - Wakil Ketua BURT DPR RI Indah Kurnia menegaskan bahwa kualitas pelayanan kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh kemegahan gedung, kelengkapan fasilitas, maupun kecanggihan teknologi medis yang dimiliki rumah sakit.
Menurutnya, aspek kemanusiaan berupa kepedulian, empati, dan ketulusan petugas kesehatan dalam melayani pasien justru menjadi faktor utama dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Baca Juga:
Disdukcapil Kota Bekasi Ajak Pelajar Rekam KTP-el Selama Libur Sekolah
Hal tersebut disampaikannya saat melakukan interaksi dan dialog bersama jajaran direksi Rumah Sakit Siloam Denpasar di Denpasar, Bali, Sabtu (20/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Indah menyoroti pentingnya membangun budaya pelayanan yang berfokus pada kebutuhan pasien, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
Ia menjelaskan bahwa berbagai masukan, keluhan, serta pengalaman yang diterima BURT DPR RI terkait layanan kesehatan, baik dari anggota DPR RI maupun masyarakat umum, menjadi bahan evaluasi untuk mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara menyeluruh di berbagai fasilitas kesehatan.
Baca Juga:
Jemaah Haji Asal Sumedang Tinggalkan Madinah, Diperkirakan Tiba di Gedung Negara Pukul 17.30 WIB
"Mau gedung bagus, mau fasilitas lengkap, mau apapun hebatnya rumah sakit kalau nggak ada orang yang punya hati dalam menangani pasien tetap akan gagal layanan. Dan kalau namanya orang sakit, kebutuhannya bukan lagi alat canggih, bukan lagi gedung mewah, kebutuhannya hanyalah ketemu orang yang punya hati," ujar Indah saat berinteraksi dengan para jajaran direktur Rumah Sakit Siloam Denpasar di Denpasar, Bali, Sabtu (20/6/2026).
Lebih lanjut, Indah menekankan bahwa rumah sakit perlu memastikan seluruh petugas, khususnya yang berada di garis depan pelayanan, memiliki komitmen yang sama dalam memberikan respons yang cepat, ramah, dan profesional kepada pasien.
Menurutnya, kecepatan dalam memberikan tindakan medis merupakan aspek yang sangat penting, terutama dalam situasi darurat yang memerlukan penanganan segera.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap masa krusial atau golden period dalam dunia medis. Pada periode tersebut, ketepatan dan kecepatan tindakan sering kali menjadi faktor penentu keselamatan pasien.
Karena itu, seluruh tenaga kesehatan diharapkan mampu bekerja secara sigap dan mengedepankan keselamatan pasien dalam setiap proses pelayanan.
Selain itu, Indah berharap seluruh fasilitas kesehatan terus memperkuat pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.
Ia menilai bahwa pelayanan yang humanis dan berlandaskan empati akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien maupun keluarganya selama menjalani proses pengobatan.
Menurutnya, persoalan administrasi maupun kepemilikan jaminan kesehatan tidak boleh menjadi penghambat dalam pemberian layanan medis.
Penanganan pasien harus menjadi prioritas utama agar masyarakat dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas.
"Layanin dulu, urusan lain berikutnya, mau dia punya asuransi atau nggak, dia punya jaminan atau nggak, itu nanti, jadi tangani dulu," tandas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.
Melalui penegasan tersebut, BURT DPR RI berharap seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Indonesia dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, sehingga masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang tidak hanya modern dan profesional, tetapi juga penuh kepedulian dan empati.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]