Kondisi ini membuat potensi paparannya terhadap manusia semakin luas dan kompleks.
Lebih lanjut, Aji menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap potensi paparan mikroplastik di lingkungan sekitar.
Baca Juga:
Awasi Ketat Dapur MBG, Kerahkan Dokter Sampai Chef Profesional
Pemerintah, kata dia, juga terus mendorong berbagai riset lanjutan untuk memahami dampak jangka panjang partikel tersebut terhadap tubuh manusia.
Menurut berbagai hasil penelitian, lanjut Aji, manusia dapat terpapar mikroplastik melalui makanan, minuman, maupun udara.
"Serat sintetis dari pakaian atau debu perkotaan menjadi salah satu jalur utama paparan tersebut," ujarnya.
Baca Juga:
Kemenkes Susun Blueprint SDM Kesehatan 2026–2035 Berbasis Health Labour Market Analysis
Sejumlah studi menunjukkan bahwa paparan mikroplastik dalam jangka panjang dan jumlah besar berpotensi menimbulkan peradangan pada jaringan tubuh.
Selain itu, kandungan kimia seperti bisphenol A (BPA) dan phthalates yang terdapat dalam plastik dapat memengaruhi sistem hormon serta fungsi reproduksi manusia.
Meski demikian, Aji menegaskan hingga kini belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa mikroplastik secara langsung menyebabkan penyakit tertentu.