WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa sebanyak 31 rumah sakit dan 156 puskesmas terdampak bencana banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra.
Meski sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, Kemenkes menegaskan bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap diupayakan berjalan dengan dukungan fasilitas kesehatan yang masih beroperasi.
Baca Juga:
Lonjakan Campak 2026 Picu KLB di 11 Provinsi, Komisi IX Minta Aksi Cepat Pemerintah
“Tugas yang diberikan kepada kami adalah memastikan bahwa tiap sarana kesehatan bisa beroperasi. Kemudian, mana yang bisa kita bantu, ini termasuk ketersediaan SDM-nya,” kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus saat konferensi pers Upaya Penanganan Kesehatan terhadap Bencana di Wilayah Sumatra, Jumat (5/12/2025).
Benjamin menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan awal, fasilitas kesehatan yang terdampak tersebar di tiga provinsi.
Di Aceh, tercatat 13 rumah sakit dan 122 puskesmas mengalami kerusakan atau gangguan operasional.
Baca Juga:
Perizinan Alat Kesehatan Jadi Kunci Daya Saing Industri Kesehatan Nasional
“Untuk Sumatra Utara terdapat 18 rumah sakit dan 22 puskesmas yang ikut terdampak dan Sumatra Barat melaporkan 9 puskesmas yang rusak. Kondisi terparah terlihat saat kami kunjungan ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang berada pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut,” ucap Benjamin.
Menurutnya, wilayah tersebut mengalami dampak paling serius karena banjir bandang menyebabkan kerusakan infrastruktur secara masif.
Benjamin menambahkan bahwa akses darat di banyak titik terputus, sehingga satu-satunya jalur yang masih dapat dimanfaatkan adalah bandara Rembele di Bener Meriah.