WAHANANEWS.CO, Jakarta - Seorang perempuan bernama Siti Zahro (23) asal Bekasi, Jawa Barat dengan akun TikTok @siti.zahro771 membagikan kisahnya saat mengidap kista ovarium, bahkan sampai harus naik ke meja operasi.
"Btw, nyesel makan seblak," tulis @siti.zahro771 dalam akun TikToknya, dikutip atas izin yang bersangkutan, Kamis (7/5/2026) mengutip detikHealth.
Baca Juga:
Rampung Dibangun, Koperasi Desa Aur Duri Didorong Jadi Motor Ekonomi Rakyat
TikToker tersebut bercerita bahwa perutnya membesar bak orang hamil dan berubah menjadi sekeras batu karena kistanya sudah tergolong besar.
"Seminggu bisa 3 sampai 4 kali sih ka (makan seblak, red), trus kalo ga mam seblak ya baso, pokonya makanan ga sehat," tulisnya.
Siti Zahro menambahkan saat ini dirinya sedang dalam masa pemulihan, usai menjalani tindakan untuk mengangkat kistanya.
Baca Juga:
Bukan Sekadar Minum, Ini Cara Air Putih Bantu Turunkan Berat Badan
"Kondisi saya sekarang lagi masa pemulihan pasca-operasi. Gejala awal yang saya alami sering sakit perut bagian kanan, pinggang sakit serta punggung sakit dan pegal-pegal. Kata dokter karena pola makan yang nggak sehat, pikiran stres, dan sel telurnya nggak pecah sempurna," katanya.
Benarkah Seblak Bisa Picu Kista?
Ditanya mengenai konten viral tersebut, spesialis Obstetri & Ginekologi dr. Med. Firman Santoso, Sp.OG dari Brawijaya Hospital mengatakan pola hidup yang tidak sehat, seperti pola makan yang berantakan memang bisa menjadi salah satu penentu munculnya kista ovarium.
"Kalau saya lihat dari videonya, ini kemungkinan jenis Mucinous Cystadenoma memang besar bisa sampai 40 cm," kata dr Firman kepada detikcom saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).
"Memang pola hidup menyumbang, memang akan membuat kista itu lebih chance untuk terjadinya lebih besar," sambungnya.
Di sinilah perlunya seseorang untuk menjaga pola makan sehat. Menurut dr Firman yang sudah berpengalaman lebih dari 14 tahun, pola makan yang buruk seperti terlalu sering makan manis, bisa jadi salah satu sebab meningkatkan risiko kista.
"Karena kalau tidak seimbang, itu yang bisa menyebabkan perubahan sifat sel seperti yang kita lihat di video ini," tegasnya.
dr Firman menambahkan bahwa pentingya untuk para wanita setidaknya melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan setahun sekali. Baik mereka yang sudah menikah atau belum menikah.
"Karena tanpa itu, kami tidak bisa melihat adanya kelainan," tutupnya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]