WAHANANEWS.CO, Jakarta - Indonesia ternyata tak luput dari infeksi hantavirus, yakni kelompok virus dari genus Orthohantavirus yang umumnya dibawa hewan pengerat seperti tikus (zoonosis).
Belakangan, hantavirus ramai diperbincangkan karena menginfeksi beberapa penumpang di kapal pesiar mewah MV Hondius. Bahkan, tiga nyawa melayang akibat infeksi dari hantavirus jenis 'Andes virus'.
Baca Juga:
Kasus Hantavirus di Samudra Atlantik Picu Kekhawatiran, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Hingga 7 Mei 2026, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, yakni pasangan suami istri asal Belanda dan seorang warga Jerman. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut lima dari delapan suspek hantavirus yang terkait dengan kapal tersebut kini telah terkonfirmasi positif.
Jenis Hantavirus di Indonesia
Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) melaporkan sedikitnya 23 kasus Hantavirus dan tiga kematian di 9 provinsi dalam periode tiga tahun terakhir. Angka kematian tercatat mencapai 13 persen.
Baca Juga:
Drone Serang Kilang Minyak Fujairah, UEA Tutup Bandara
Seluruh kasus hantavirus terkonfirmasi ke jenis seoul virus, bukan andes virus seperti yang terkonfirmasi pada wabah di kapal pesiar mewah MV Hondius. Penularan yang terjadi rata-rata bersumber dari tikus dan celurut yang terinfeksi melalui gigitan, ekskresi dan sekresi, saliva, urine, feses, atau melalui inhalasi aerosol yakni terhirup debu.
Kasus hantavirus jenis seoul virus paling banyak teridentifikasi di tahun lalu dengan 17 kasus, sementara pada 2024 'hanya' terlaporkan 1 kasus. Pada 2026, sejauh ini tercatat penambahan 5 kasus.
Sebaran Hantavirus di RI