WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau para orang tua untuk lebih waspada dalam menjaga kesehatan anak selama momen libur panjang Lebaran 2026.
Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah risiko anak terserang flu dan batuk, terutama saat melakukan perjalanan atau berwisata di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Baca Juga:
Dokter Anak Ingatkan Bahaya Gula Berlebih, Anak Usia 3–5 Tahun Maksimal 3–4 Sendok Teh per Hari
Pada periode libur Lebaran, berbagai destinasi wisata biasanya dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit menular, termasuk flu dan batuk yang rentan menyerang anak-anak.
Oleh karena itu, IDAI membagikan sejumlah panduan penting agar orang tua dapat melindungi buah hati mereka selama menikmati liburan.
Baca Juga:
Musim Hujan Tingkatkan Risiko Penyakit, IDAI Ingatkan Prioritas Keselamatan Anak Sekolah
Dalam keterangan resminya, IDAI menyampaikan empat langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah anak terpapar penyakit selama wisata Lebaran 2026.
Hindari Keramaian dan Jaga Jarak
Ketua IDAI, Piprim Basarah Yanuarso menyarankan, para orang tua dan anak-anak untuk menghindari keramaian. Khususnya tempat yang padat pengunjung.
Orang tua disarankan, mulai mengajarkan anaknya menjaga jarak dengan orang lain yang mengalami gejala batuk dan flu.
“Karena batuk pilek ini sangat cepat menular terutama di keramaian,” ujar Piprim pada keterangan persnya, di Jakarta, dikutip Minggu, 22 Maret 2026.
Terapkan PHBS Secara Konsisten
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terlebih dalam situasi meningkatnya risiko penyakit seperti pada Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dinilai sangat efektif dalam mencegah penularan penyakit.
"Apabila perlu juga membawa hand sanitizer ke mana pun berada. Ini bisa berkontribusi dalam mencegah penularan penyakit penularan,” ucap Piprim.
Bijak Memilih Destinasi Wisata
Piprim juga mengingatkan pentingnya memilih lokasi wisata yang aman dan ramah anak.
Kondisi cuaca di Indonesia yang tidak menentu, seperti hujan deras atau panas ekstrem, perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan tujuan liburan.
“Pilihlah destinasi yang bisa sekaligus untuk edukasi anak-anak kita yang menawarkan pengalaman yang seru sekaligus melindungi anak. Dari paparan panas ataupun hujan, hindari lokasi yang rawan banjir, longsor atau memiliki akses jalan yang licin,” ujar Piprim.
Siapkan Perlengkapan dan P3K
Selain menjaga kebersihan dan memilih lokasi yang tepat, orang tua juga diingatkan untuk mempersiapkan kebutuhan anak secara matang sebelum berangkat.
Mulai dari perlengkapan pribadi hingga obat-obatan dasar perlu dibawa sebagai langkah antisipasi.
“P3K keluarga obat menurun panas seperti paracetamol, obat anti mabuk, oralit, plester, perban, termometer. Lalu, salep hidrokortison alau ada gigitan serangga, vitamin C,” kata Piprim.
Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan selama beraktivitas, orang tua diharapkan dapat memastikan libur Lebaran tetap menyenangkan sekaligus aman bagi kesehatan anak.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]