WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa ketahanan imunitas tubuh masih menjadi faktor utama dalam melindungi diri dari serangan virus influenza yang kerap meningkat di musim tertentu.
Hingga saat ini, vaksin influenza belum masuk dalam program imunisasi wajib nasional dan masih bersifat pilihan bagi masyarakat.
Baca Juga:
Kemenkes Pastikan Influenza A H3N2 Subclade K Bukan Ancaman Serius
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa menjaga daya tahan tubuh merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penularan virus.
Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten di semua kelompok usia.
“Pertahanan terbaik adalah imunitas tubuh yang harus diperkuat. Anak-anak, dewasa, hingga lansia perlu menjaga pola makan bergizi dan istirahat cukup,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga:
Akses Sulit dan Lumpurnya Tinggi, Empat Puskesmas di Aceh Belum Pulih Pasca Bencana
Aji menjelaskan, meskipun vaksin influenza tidak diwajibkan, Kemenkes tetap memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksinasi secara mandiri.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk perlindungan tambahan, khususnya bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap komplikasi influenza.
“Vaksin itu boleh-boleh saja, tapi opsional. Sangat dianjurkan untuk perlindungan ekstra bagi lansia, anak-anak, dan tenaga kesehatan,” ucap Aji.
Lebih lanjut, Aji menuturkan bahwa pemerintah belum memiliki rencana untuk menerapkan kembali kebijakan penggunaan masker secara massal maupun pembatasan jarak seperti yang diberlakukan saat pandemi COVID-19.
Kendati demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tidak mengabaikan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan.
“Kalau memang sakit, tinggal di rumah dulu, pakai masker, terapkan etika batuk dan bersin. Jika gejala memberat atau tidak membaik selama dua sampai tiga hari, segera periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan,” ujar Aji.
Sebelumnya, Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, juga menekankan pentingnya vaksinasi influenza yang dilakukan secara rutin setiap tahun, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan mengalami dampak berat akibat infeksi virus tersebut.
Kelompok rentan yang dimaksud mencakup lanjut usia, ibu hamil, serta individu dengan penyakit penyerta atau komorbid.
“Vaksin Influenza tetap efektif untuk mencegah sakit berat, rawat inap, dan juga kematian. Segeralah ke fasyankes jika gejala memburuk lebih dari tiga hari, demam tinggi menetap, sesak napas, dan sebagainya,” ucap Widyawati dalam keterangan video, Jumat (2/1/2026).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]