Ia menegaskan, setiap kebijakan harus menjamin keamanan sekaligus efisiensi pembiayaan layanan kesehatan.
Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa lembaganya memiliki peran penting dalam pengawasan keamanan produk pasca-pemasaran, terutama terhadap terapi-terapi baru berbasis sel dan bioteknologi.
Baca Juga:
BPOM Peringatkan Bahaya Obat Herbal Campuran Bahan Kimia, 12 Produk Ditemukan Beredar
Taruna menyebut, BPOM saat ini juga memperkuat koordinasi dengan Kemenkes dalam pembaruan aturan teknis, termasuk penyesuaian standar bagi tenaga medis, fasilitas pelayanan, dan prosedur penggunaan terapi bioteknologi di lapangan.
“Kami pastikan semua yang sampai ke masyarakat itu aman dan memiliki efikasi yang terjamin,”
ujar Taruna.
Ia berharap penguatan regulasi ini dapat mendorong transformasi kesehatan tanpa mengorbankan keselamatan pasien.
Baca Juga:
BPJS Kesehatan Luncurkan REHAB 3.0 dan PASTI JKN, Peserta Kini Bisa Bayar Iuran Harian
Rapat Koordinasi yang digelar di Kantor BPOM, Jakarta, Senin (6/10/2025) tersebut juga dihadiri perwakilan dari Kemenkes dan BPJS Kesehatan, membahas perkembangan serta tindak lanjut implementasi kebijakan lintas sektor di bidang kesehatan.
Pertemuan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun ekosistem bioteknologi medis nasional yang terintegrasi, aman, dan berpihak pada kepentingan publik.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.